Suara.com - Nama Airin Rachmi Diany tengah mencuri perhatian lantaran digadang-gadang berpotensi untuk mengisi jabatan menteri kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka alias Prabowo-Gibran.
Spekulasi mengenai komposisi kabinet yang melibatkan Airin Rachmi Diany itu telah menjadi pembicaraan hangat usai pasangan tersebut meriah kemenangan di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden atau Pilpres 2024.
Airin Rachmi Diany saat itu didapuk sebagai Tim Kampanye Daerah atau TKD Prabowo-Gibran di Provinsi Banten. Airin pun dinilai mampu membuktikan dirinya sebagai sosok yang mampu menggalang dukungan politik yang kuat.
Pengalaman sebagai Wali Kota Tangsel dua periode itu turut memberikan kelebihan tersendiri baginya. Terlebih, Airin juga sukses meraup suara terbanyak di Pileg 2024 dapil III Banten dengan raihan 302.878 suara.
Meski isu tentang mantan Wali Kota Tangsel itu bakal jadi menteri tengah santer, Airin menepis isu dirinya masuk ke dalam bursa calon menteri di era kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Ia mengaku sampai saat ini belum diajak komunikasi untuk masuk ke dalam kabinet Prabowo-Gibran.
"Belum (dihubungi soal jatah menteri)," kata Airin saat ditemui usai melakukan pengembalian formulir bakal calon Gubernur Banten di Kantor DPW Nasdem, Senin (6/5/2024).
Dengan tegas, adik ipar Ratu Atut Chosiyah itu pun memastikan dirinya lebih memilih untuk maju dalam kontestasi politik Pilgub Banten 2024 dibandingkan harus mengisi posisi di kabinet Prabowo-Gibran.
"Sekali lagi amanah adalah hakekatnya sebuah jabatan. Dan hari ini saya berjalannya di Pilgub Banten aja, engga ke sana (kabinet), ujar Airin.
Meski begitu, Airin Rachmi Diany sempat membocorkan prihal Prabowo-Gibran yang tengah melakukan seleksi orang-orang yang bakal masuk di dalam kabinet usai ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2024 oleh KPU.
"Saya yakin Pak Prabowo dan Mas Gibran hari ini sedang menggodok (nama-nama menteri), karena saya meyakini dengan pengalaman beberapa kali mendampingi Pak Prabowo dan Mas Gibran, tentu ingin setelah pelantikan itu bisa langsung bekerja," ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Umun Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut kontribusi partainya besar dalam memenangkan Prabowo-Gibran. Airlangga juga sudah bicara dengan Prabowo soal jatah kursi di kabinet.
"Saya sampaikan ke Pak Prabowo, kontribusi Golkar ke Pak Prabowo karena kita 15 dari 85 persen [pemilih Golkar memilih Prabowo-Gibran], maka kita kontribusi 25 persen," tutur Airlangga dalam Buka Bersama DPP Partai Golkar di Hotel The Mulia, Nusa Dua, Bali, Jumat (15/3/2024) lalu.
"Jadi kalau 25 persen, kalau bagi-bagi, ya banyak-banyak sedikit boleh lah. Kita sebut 5 [kursi kabinet] itu minimal tapi kalau dihitung proporsi 25 persen room masih banyak," tutur dia.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode
-
Dapat Rating BBB dari S&P, Purbaya Diperingatkan Rasio Bunga Utang Pemerintah
-
Menaker Dorong Itjen Bertransformasi: dari Pencari Temuan Menjadi Mitra Pencegah Risiko
-
Menaker: Serikat Pekerja Adalah Mitra, Bukan Lawan Perusahaan
-
Rata-rata Lama Sekolah Warga RI Cuma 8,8 Tahun, Tantangan Utama Indonesia Emas 2045
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman
-
Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya
-
Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026
-
Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri
-
Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs
-
Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali
-
Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital
-
KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif
-
Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo