Suara.com - Polisi meringkus dua orang pelaku pemalakan dengan modus meminta uang parkir di sekitaran Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Modus komplotan ini adalah meminta uang parkir sebesar Rp 150 ribu kepada salah seorang pengunjung yang parkir di bahu jalan.
Kapolsek Sawah Besar, Kompol Dhanar Dhono Vernandhie mengatakan kedua pelaku pemalakan yang diringkus berinisial AB (49) dan J (26).
Kejadian bermula ketika sebuah rombongan wisatawan menggunakan bus datang ke Masjid Istiqlal. Kendaraan yang membawa rombongan wisatawan tersebut disambut oleh kedua pelaku.
Keduanya memarkirkan bus, di bahu jalan atau parkir di tempat yang tidak semestinya. Setelah selesai berkunjung, AB dan J meminta uang parkir sebesar Rp 150 ribu kepada sopir bus.
“Karena diminta uang, maka sopir bus memberitahukannya kepada penanggung jawab rombongan wisatawan,” kata Dhanar, saat konpers di pelataran Masjid Istiqlal, Senin (13/5/2024).
Merasa di luar nalar akibat dimintai uang senilai Rp 150 ribu, penanggung jawab rombongan pun merekam peristiwa tersebut.
Setelahnya video tersebut oun beredar luas pada Minggu (12/5) kemarin. Padahal peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (18/4) silam.
Setelah video tersebut beredar luas, anggota reskrim Polsek Sawah Besar langsung menindaklanjutinya.
Petugas langsung bergerak mencari pelaku. Tertangkaplah kedua pelaku yang langsung digelandang ke Mapolsek Sawah Besar.
“Keduanya telah mengakui perbuatannya. Keduanya juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi hal serupa,” ucapnya.
Sementara itu, lanjut Dhanar, pihaknya masih mencari pelaku lainnya yang berinisial D yang hingga kini masih buron.
“Satu orang yang terdapat di video inisial D namun sampai saat ini kami laksanakan penyelidikan,” ujarnya.
Kedua pelaku belum bisa dijerat pasal pemalakan lantaran belum ada uang yang diberikan ke para pelaku. Namun, AB terancam pasal penyalahgunaan narkotika lantaran hasil urinenya positif menggunakan narkotika.
Sementara J, terancam diherat Pasal 363 KUHP karena pernah melakukan aksi pencurian dengan pemberatan.
“AB kami laksanakan cek urine ternyata urinenya positif sehingga akan kami tindaklanjuti berkaitan dengan perkara penyalagunaan narkoba,” ungkap Dhanar.
Berita Terkait
-
Dibela saat Mau Diberantas Pemprov DKI, PKS Ungkit Nafkah Jukir Minimarket
-
Juru Parkir di Bekasi Raup Rp200 Ribu per Hari: 4 Kali Umroh hingga Ditipu Travel
-
Juru Parkir Liar Minimarket di Jakarta Akan Ditertibkan
-
PSI Minta Pemprov DKI Bina Jukir Minimarket Jadi Relawan, Pelanggan Bayar Seiklasnya
-
Dishub DKI Gandeng Pengadilan dan Kejaksaan Tindak Jukir Minimarket, Bakal Disidang di Tempat
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli