Suara.com - Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Mabes Polri meringkus Chaowalit Thongduang alias Sia Peng Nanod (38), seorang buronan yang paling dicari oleh kepolisian Thailand.
Chaowalit tertangkap di lokasi persembunyiannya di wilayah Badung, Bali pada Kamis (30/5/2024) kemarin.
“Ya benar. WN Thailand atas nama Chaowalit Thongduang buronan nomor 1 dari Thailand bersangkutan di Bali,” kata Kepala Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Mabes Polri, Inspektur Jenderal Krishna Murti Jumat (31/5/2024).
Krishna mengatakan, Chaowalit Thongduang sempat menggati nama samaran menjadi Sulaiman saat sedang berada di Bali. Namun, dia belum menjelaskan secara rinci soal penangkapan ini.
Saat ditangkap, Chaowalit sempat berupaya mengelabui aparat karena berpura-pura tidak bisa berbicara alias tuna wicara,
“Untuk detailnya akan dirilis langsung oleh pak Kabareskrim bersama Menteri Kehakiman Thailand dan Kepolisian Thailand akan datang,” kata Krishna.
Diketahui, Chaowalit dijerat kasus percobaan pembunuhan terhadap seorang polisi Thailand dalam rangkaian percobaan penculikan pada 2 September 2019 di Phatthalung.
Chaowallit Thongduang dijatuhi hukuman 20 tahun enam bulan penjara pada 25 Desember 2019 bersama empat orang lainnya.
Chaowalit sendiri kabur dari rumah tahanan saat berada di rumah sakit meski saat itu, kaki dan tangannya diborgol oleh petugas. Namun, pada 22 Oktober 2023 dia dilaporkan tidak ada di rumah sakit.
Baca Juga: Polri Berhasil Tangkap Buronan No. 1 Thailand di Bali, Kabareskrim Akan Ungkap Detailnya
Chaowalit sempat beradu tembak dengan Polisi Thailand, saat digerebek di persembunyiannya, pegunungan Banthad di Trang pada 8 November 2023. Namun Chaowalit melarikan diri ke daerah pegunungan yang melintasi provinsi Patthalung, Trang dan Satun.
Berita Terkait
-
Polri Berhasil Tangkap Buronan No. 1 Thailand di Bali, Kabareskrim Akan Ungkap Detailnya
-
Pemuda Cikarang Saksi Kunci Pembunuhan Vina Cirebon: Aep Bongkar Detik-detik Tragis
-
Pegi DPO Kasus Vina yang Ditangkap Dicurigai Bukan Asli, Foto Ini Diduga Bukti Perbedaan Wajahnya
-
Berprofesi Kuli Bangunan, Pegi Disebut Polisi Dalang Pembunuhan Vina Cirebon
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau