Suara.com - Khofifah Indar Parawansa angkat bicara setelah dirinya dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi program verifikasi dan validasi orang miskin. Kasus ini disebut terjadi saat khofiafh menjabat sebagai Menteri Sosial.
Khofifah mempersilakan laporan tersebut untuk dicek seperti apa.
"Mungkin boleh dicek di dumas ya laporannya seperti apa," kata Khofifah ditemui di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta, Jumat (7/6/2024).
Saat ditanya apakah adanya laporan ini dinilainya bermuatan politis, Khofifah bilang persis pernah terjadi 6 tahun silam.
"Ya itu persis terjadi enam tahun yang lalu pada saat kami running kampanye juga yang sama menyampaikan itu," katanya.
Untuk diketahui, laporan tersebut dibuat oleh Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FKMS) Sutikno.
Ia mengatakan laporan ini juga diakuinya pernah dilayangkan oleh pihaknya ke KPK. Namun tak ada tindak lanjut. Ia pun baru baru ini mendatagi lagi KPK untuk memberikan bukti tambahan.
Berita Terkait
-
Kemal Redindo Putra SYL Serahkan Toyota Vellfire Hasil TPPU ke KPK, Pengacara: Keluarga Tak Mau Menyulitkan
-
PDIP Ngebet Kadernya Jadi Cawagub Jatim, PAN: Kalau Semua Minta Repot, Khofifah Sudah Pilih Emil Dardak!
-
KPK Ungkap Ada 27 Ribu Hektare Lahan di Riau Jadi Pertambangan Ilegal
-
KPK Sebut Ada 1,9 Juta Hektare Perkebunan di Riau Masih Tumpang Tindih
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?