Suara.com - CEO TaniHub Pamitra Wineka resmi diangkat sebagai komisaris independen BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, PT Mineral Industri Indonesia atau MIND ID.
Pengangkatan Pamitra Wineka sebagai komisaris independen diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS Tahunan pada Senin 10 Juni 2024.
Lantas siapakah Pamitra Wineka? Berikut profil singkatnya.
Profil Pamitra Wineka
Mengutip laman MIND ID mind.id, Pamitra Wineka merupakan lulusan S1 Matematika, Institut Teknologi Bandung (2009) dan S2 Economics, University of Illinois at Urbana-Champaign (2011).
Sebelum bergabung dengan PT Mineral Industri Indonesia (Persero), pria disapa Eka ini sempat menjabat sebagai Staf khusus CEO Goto Gojek Tokopedia Tbk dan Komisaris Goto Financial.
Pamitra Wineka pernah juga bekerja di PT Bank Neo Commerce Tbk (2020-sekarang), PT Trimuda Nusa Citra Tbk (2019-2020), The World Bank pada 2012-2016 dan TaniHub Group.
Dia juga merupakan Deputy Head of Productive Loans, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pada 2020 hingga sekarang.
Eka menjabat CEO platform TaniHub dari 2021 hingga sekarang. TaniHub adalah aplikasi ini berfungsi sebagai pasar daring untuk menjajakan produk pertanian dan memudahkan rantai penjualan produk petani dan konsumen.
Diketahui, selain Pamitra Wineka, MIND ID juga mengangkat dua komisaris lain yakni Politikus Partai Gerindra Fuad Bawazier sebagai komisaris utama dan Wakil Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie sebagai komisaris.
Baca Juga: Profil dan Pendidikan Fuad Bawazier, Kader Gerindra Duduki Kursi Komisaris Utama MIND ID
Tag
Berita Terkait
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Isu Menkeu Purbaya Digoyang Mencuat, Fuad Bawazier: Ada Perlawanan terhadap Arah Ekonomi Prabowo
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
Pledoi TaniHub, Nicko dan William Sebut Keputusan Investasi Telah Sesuai Prosedur
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT