Suara.com - Staf Sekjen PDIP Hasto Kritiyanto, Kusnadi lebih memilih melaporkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKBP Rossa Purbo Bekti ke Barekrim Polri, ketimbang memenuhi panggilan KPK terkait perkara Harun Masiku.
Bersama kuasa hukumnya, Kusnadi menyambangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Kompol Rossa, lantaran dianggap telah melanggar standar operasional dengan menyita ponselnya saat mendampingi Hasto di gedung KPK.
Kuasa hukum Kusnadi, Petrus Selestinus mengatakan, Kusnadi tidak hadir dalam pemeriksan lantaran surat pemanggilan terhadap dirinya baru diperoleh saat Rabu (12/6/2024) malam.
"Panggilan itu baru tadi malam sampai," kata Petrus, di Bareskrim, Kamis (13/6/2024).
Petrus menyesalkan terkait surat panggilan terhadap Kusnadi yang terkesan mepet. Sewajarnya, surat panggilan paling lambat dilayangkan 3 hari sebelum hari pemeriksaan.
"Sebagai penyidik profesional di KPK kita sering sesalkan kebanyakan dalam banyak hal, panggilan itu datang mendadak padahal KUHAP mensyaratkan haru 3 hari kurang harus 3 hari, tetapi ini baru tadi malam," jelas Petrus.
Namun, Petrus mengaku telah memberikan surat kepada penyidik KPK agar menjadwalkan ulang dalam pemeriksaan untuk Kusnadi.
"Pak Kusnadi sudah kirim surat ke KPK minta dijadwal ulang," kata Petrus.
Sebelumnya, Staf Pribadi Sekertaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang bernama Kusnadi hari ini, Kamis (13/6/2024), dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemanggilan ini terkait kasus Harun Masiku.
Baca Juga: Masalahkan Ponsel Staf Hasto Ikut Disita, PDIP Laporkan Penyidik KPK Kompol Rossa ke Bareskrim
Juru Bicara KPK Budi Prasteyo menjelaskan, Kusnadi diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang melibatkan buronan Harun Masiku sebagai tersangka.
"Hari ini dijadwalkan pemeriksaan saksi dugaan TPK suap pergantian antar waktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019-2024," kata Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (13/6/2024).
Dia menjelaskan, bahwa pemeriksaan Kusnadi dijadwalkan akan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Meski begitu, Budi belum bisa memastikan Kusnadi sudah hadir di KPK atau belum.
Sebelumnya, Staf Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi resmi melaporkan penyidik KPK AKBP Rossa Purbo Bekti ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK dan Komnas HAM.
Pasalnya, Kusnadi keberatan dengan penggeledahan dan penyitaan barang-barang miliknta oleh penyidik KPK saat mendampingi Hasto diperiksa pada Senin (10/6/2024).
Diketahui, Anggota Tim Hukum Hasto, Ronny Talapessy mengungkapkan penyidik KPK melakukan penggeledahan dan penyitaan tanpa prosedur yang benar terhadap dua ponsel milik Hasto, satu buku catatan Hasto, sebuah ponsel dan dua kartu ATM milik Kusnadi.
Berita Terkait
-
Masalahkan Ponsel Staf Hasto Ikut Disita, PDIP Laporkan Penyidik KPK Kompol Rossa ke Bareskrim
-
Pembelaan ke Karen Agustiawan Ditepis Telak, Jaksa KPK Sebut Ucapan Jusuf Kalla Patut Dikesampingkan
-
Tingkatkan Kesadaran dan Integritas, Pemkab Mojokerto dan KPK Tandatangani Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja
-
Giliran Staf Hasto Dipanggil KPK Terkait Kasus Harun Masiku Hari Ini
-
Kasus Lahan Rorotan, KPK Larang 10 Orang ke Luar Negeri, Ini Nama-namanya!
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Dahaga Menahun Berakhir, 295 Rumah di Semanan Kini Nikmati Air Bersih dari Waduk Aseni
-
Angka Putus Sekolah Tinggi, Pramono Buka Opsi Tambah Sekolah Gratis
-
Baleg DPR Dukung UU Pembatasan Uang Tunai, Dinilai Ampuh Tekan Politik Uang
-
Donald Trump Lanjut Blokade Selat Hormuz: Iran Tercekik Seperti Babi yang Dipanggang
-
Gus Ipul Bongkar Sosok Nurhayati, Aktivis Muslimat NU yang Gugur dalam Kecelakaan KRL
-
Donald Trump Minta Israel Jangan Asal Bom Lebanon, Serangan Harus Tepat Sasaran
-
Apresiasi Praja IPDN, Wamendagri Bima: Latih Kepemimpinan Atasi Dinamika Pemerintahan
-
Kebakaran Apartemen Mediterania Diduga karena Korsleting Listrik, 5 Penghuni Dievakuasi ke RS
-
Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Apa Plus Minusnya?
-
DPRD DKI: Jakarta Mimpi Jadi Kota Global Tapi Anak Putus Sekolah Masih Banyak