Suara.com - Kebakaran yang menghanguskan sembilan rumah semi permanen di Jalan Semeru Raya Ujung Nomor 10, RT 004/ RW 010 Grogol, Grogol Petamburan (Gropet), Jakarta Barat pada Rabu (19/6/2024) lalu ternyata disengaja. Polisi pun telah meringkus seorang pemulung berinisial AS yang diduga menjadi dalang pembakaran rumah-rumah tersebut.
AS ditangkap pada Minggu (23/6/2024) setelah beberapa hari buron dari kejaran polisi. Perihal penangkapan terhadap pelaku pembakaran diungkapkan oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M Syahduddi.
"Barusan Pak Kapolsek Gropet (Grogol Petamburan) memberikan informasi ke saya bahwa dari hasil pendalaman dan penyelidikan yang dilakukan Unit Reskrim Gropet, untuk terduga pelaku yang melakukan pembakaran rumah tersebut sudah kami tangkap," kata Kapolres dikutip dari Antara, Senin (24/6/2024)
Syahduddi melanjutkan terduga pelaku AS mengaku sengaja membakar rumah-rumah warga,
"Ya memang sudah diakui oleh terduga pelaku, karena memang sesaat setelah terjadinya kebakaran, kemudian penyidik melakukan serangkaian kegiatan observasi dan pendalaman, ada dugaan bahwa rumah tersebut sengaja dibakar," kata Syahduddi.
Setelah sempat melarikan diri, terduga pelaku berhasil ditangkap polisi.
"Sehingga dilakukan proses pendalaman dan memang saat kejadian itu kan pelaku menghilang dan melarikan diri, baru ketika dicari dan ditelusuri penyidik, berhasil diamankan, diinterogasi, dan yang bersangkutan mengakui bahwa rumah itu dibakar," pungkas Syahduddi.
Saat dikonfirmasi secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Muhammad Aprino Tamara menyebut pelaku ditangkap di rumahnya di wilayah Grogol, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
"Inisialnya AS, ditangkap di rumahnya di wilayah Gropet," kata Aprino.
Baca Juga: Viral Penonton Konser di Tangerang Ngamuk Bakar Panggung
Diketahui, polisi memeriksa tujuh orang saksi terkait kebakaran tersebut
"Tujuh orang kita periksa saksi," ucap Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Muhammad Aprino Tamara saat dihubungi di Jakarta, Jumat (21/6).
Ia menjelaskan pemeriksaan saksi tersebut dilakukan salah satunya berdasarkan informasi warga akan adanya bau bensin sebelum kebakaran terjadi.
Ia menyebutkan tujuh orang saksi tersebut adalah warga yang awalnya melihat api berkobar dan mencium bau bensin sebelum kebakaran.
"Warga yang melihat api besar dan cium bau bensin," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik
-
KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya
-
KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur
-
Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki