Suara.com - Puluhan warga negara asing alias WNA yang terdampar di Pantai Keusikurug, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (29/6/2024) kemarin diduga imigran gelap. Mereka terpaksa bersandar di wilayah pantai Sukabumi karena kapal motor yang mereka tumpangi mengalami masalah.
Fakta itu terungkap setelah Polres Sukabumi tidak menemukan paspor dari puluhan WNA tersebut.
"Personel kami meminta kepada seluruh WNA tersebut untuk menunjukkan kelengkapan administrasi keimigrasian seperti paspor, namun tidak ada satupun dari mereka yang bisa menunjukkan paspor maupun kelengkapan keimigrasian lainnya," kata Kasi Humas Polres Sukabumi Iptu Aah Saepulrohman dikutip dari Antara, Minggu (30/6/2024).
Menurut Aah, dari 28 WNA yang diamankan petugas gabungan dari unsur Polri dan TNI tersebut 23 orang berkebangsaan Bangladesh, empat orang berasal dari China yang awalnya disinyalir asal Thailand dan satu orang dari India.
Adapun nama-nama WNA asal Bangladesh Mohammad Maruf Hasan (26), MD Sayful Islam (36), MD Mustafijur Rohoman (28), Rahim Miahm (29), Sazu (29), Tusar Imran (26), Tuhhun Hasen (26), Kabin (31), Ramgan (27), Jahirul Islam (26), Robel Sahkan (37).
Kemudian, Monu Sankan (38), Jul Haque (36), Faruk (37), Nazir Hassen (38), Milion Hasen (30), MD Mokhasah Rahman (31), Arafat Hossaen (34), Raju Ahmed (41), Abu Musa (44), Kalu (38), Sohel (29) dan Imhar Rari (26).
Selanjutnya nama WNA China Guo Tim Xian (53), Yu Li Bo (30), Lin Wen Le (39), Wu Xiao Le (41) dan satu WNA India diketahui bernama Rubek Gazi (25).
Selain puluhan WNA, petugas gabungan juga mengamankan 2 WNI yang merupakan tekong atau juru mudi kapal. Keduanya adalah Dahlan asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dan M Agus asal Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Sukabumi untuk penanganan lebih lanjut. Diduga puluhan WNA itu merupakan imigran gelap, namun untuk negara yang menjadi tujuan mereka belum diketahui. (Antara)
Baca Juga: Sempat Ngumpet dalam Kandang Domba, Imigran Gelap di Sukabumi Akhirnya Tertangkap
Berita Terkait
-
Sempat Ngumpet dalam Kandang Domba, Imigran Gelap di Sukabumi Akhirnya Tertangkap
-
Terbongkar! Rahasia Gelap di Balik Kemewahan Tas Dior Rp46 Juta, Ternyata Dibuat di China?
-
Nikita Mirzani Tuding Mami Eda Ibu Angkat Lolly Penampung Imigran Gelap
-
Ditelantarkan Penyelundup, Imigran Gelap Ini Melahirkan Sendiri di Pantai Yunani
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
Terkini
-
Kasus Kekerasan Seksual di Ojol Meningkat, Komnas Perempuan Soroti Soal Rekrutmen Driver
-
Tiga Saksi Biro Travel Diperiksa, KPK Dalami Keuntungan Ilegal Kuota Haji 2023-2024
-
Wamenkes Ungkap Penyebab 72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim
-
KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, KAI Minta Maaf dan Lakukan Rekayasa Perjalanan Kereta
-
Kasus Foto AI di JAKI, Lurah Kalisari Akui Kesalahan dan Beri Sanksi Petugas PPSU
-
Laporan KPK: Kekayaan Gibran Bertambah Rp 395 Juta, Total Kini Rp 27,9 Miliar
-
Kasus Kekerasan Seksual di Sekolah Meningkat, FSGI Catat 22 Kasus dalam 3 Bulan
-
Isu Jatuhkan Prabowo Mencuat, Fahri Hamzah Minta Jangan Kasih Ruang: Dunia Lagi Kacau
-
Marak Pelecehan di Transportasi Online, Polda Metro Jaya Imbau Warga Terapkan Jurus 'BERANI'
-
Eks Pengacara Lukas Enembe Ajukan PK, Putusan MK Jadi Senjata Baru