Suara.com - Thomas Crooks saat ini tengah menjadi perbincangan dunia usai dirinya melakukan aksi penembakan terhadap mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Sabtu (13/7/2024) waktu setempat.
Hingga ini publik masih penasaran dengan Thomas Crooks Si Penembak Donald Trump tersebut, apalagi mantan presiden itu mengalami luka di bagian telinga kanan.
Biro Investigasi Federal (FBI) telah mulai menyelidiki insiden tersebut sebagai potensi aksi terorisme dalam negeri.
Thomas Crooks, pria bersenjata berusia 20 tahun yang melepaskan tembakan ke arah Trump, ditembak mati di tempat oleh penembak jitu Dinas Rahasia.
Tampaknya dia bertindak sendiri, namun masih ada penyelidikan lain yang perlu dilakukan, kata FBI.
Pejabat senior FBI Robert Wells dilansir dari NDTV mengatakan, divisi kontraterorisme dan divisi kriminal bekerja sama untuk menentukan motifnya.
Para pejabat juga mengatakan Crooks tidak membawa dokumen identitas apa pun ke rapat umum tersebut dan mencoba melakukan tes DNA untuk mendapatkan konfirmasi biometrik.
Bahkan ayah tersangka, Matthew Crooks, 53, sedang mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Dia mengatakan kepada CNN bahwa dia akan menunggu sampai dia berbicara dengan penegak hukum sebelum berbicara tentang putranya.
Serangan pada hari Sabtu membuat wajah Trump berlumuran darah, memicu gelombang simpati terhadap calon presiden dari Partai Republik yang akan menjadi calon presiden untuk ketiga kalinya.
Trump, yang yakin serangan itu telah mengubah wacana pemilu, kini berusaha membangkitkan semangat para pendukungnya dengan menunjukkan ketahanan yang menantang.
Baca Juga: Donald Trump Ternyata Punya Lapangan Golf di Jawa Barat
Teori konspirasi mengklaim bahwa serangan itu direkayasa, menunjuk pada foto ikonik yang menunjukkan Trump dengan wajah berlumuran darah sambil mengangkat tinjunya ke udara - sebagian besar klaim datang dari pengguna berhaluan kiri, yang biasanya dianggap anti-Trump.
Thomas Crooks adalah penduduk Pennsylvania berusia 20 tahun. Dia lulus dari Bethel Park High School, Penn pada tahun 2022.
Catatan pemilih di negara bagian menunjukkan bahwa dia terdaftar sebagai anggota Partai Republik – anggota partai Trump.
Sementara itu, pengajuan Komisi Pemilihan Umum Federal tahun 2021 menunjukkan bahwa Crooks telah memberikan sumbangan $15 ketika dia berusia 17 tahun kepada komite aksi politik yang mengumpulkan uang untuk politisi sayap kiri dan Demokrat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Dulu Disekap, Kini Dipolisikan! Karyawan Toko Padel Jaksel Diduga Curi 10 Raket
-
Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Semapat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan
-
TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI
-
Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya
-
Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam