Suara.com - Presiden Biden berpidato di depan umum dari Ruang Oval untuk pertama kalinya sejak mengundurkan diri dari pemilu 2024 - tetapi beberapa pendukung MAGA percaya bahwa itu adalah AI karena warna kulitnya berubah menjadi oranye.
Meskipun pria berusia 81 tahun, yang tampak pucat dan tidak stabil di Angkatan Udara baru-baru ini, terlihat berada di dalam ruangan, hal itu tidak menghentikan teori konspirasi liar.
Beberapa penggemar Donald Trump percaya bahwa Biden di layar diproduksi oleh semacam kecerdasan buatan.
Presiden juga diganggu oleh rumor tersebut pada hari Senin, ketika dia secara tak terduga menghadiri pidato Kamala Harris karena dia tidak dapat hadir secara langsung karena mengidap Covid-19.
Sebelum pidato Wakil Presiden di markas kampanye, Biden yang terdengar grogi menelepon untuk menyampaikan dukungannya dan berterima kasih kepada para juru kampanye Partai Demokrat.
Pengguna X bergegas ke platform media sosial tersebut mempertanyakan warna kulit Biden yang terlihat "sangat oranye".
Seseorang menulis: "Biden kembali memakai semprotan warna oranye Trump. Dan matanya melotot. Ada satu hal yang tidak pasti - apakah pidato ini 'langsung'? Atau apakah dia merekamnya?"
Yang lain menambahkan: "Joe Biden menjadi oranye, dan sekarang dia minggir. Itu harus menjadi contoh bagi kita semua."
Yang ketiga berkata: "Apakah tim Joe Biden sengaja membuatnya tampak semakin oranye?"
Baca Juga: Kecam Pidato Netanyahu di Kongres AS, Hamas: Penjahat Perang Harus Ditangkap, Bukan Diberi Panggung!
Biden berkata: "Jika saya tidak mengidap Covid, saya akan berdiri di sana bersama Anda. Saya sangat bangga dengan apa yang telah Anda lakukan. Saya tidak akan mengganggu orang lain selama tiga atau empat hari ke depan."
Namun penggemar MAGA mengklaim Harris membuat kesalahan yang mengindikasikan bahwa itu adalah rekaman, sementara yang lain bersikeras bahwa itu adalah AI.
Pada satu kesempatan, Harris berkata: "Joe, saya tahu kamu masih ada di… sedang menelepon."
Beberapa orang di X berpendapat bahwa Harris hendak mengatakan "merekam" tetapi mengoreksi dirinya sendiri dengan mengatakan "panggilan".
Sekutu Trump, Marjorie Taylor Greene, mentweet: "Apakah Kamala membocorkan rahasia? Apakah itu rekaman? Itulah yang mulai dia katakan."
Orang lain mentweet: "WOW! Ada yang mencurigakan tentang ini. Joe Biden yang telah hilang selama seminggu baru saja menelepon ke acara Kamala Harris di markas kampanyenya. Panggilan ini mungkin sudah direkam sebelumnya atau bahkan AI"
Berita Terkait
-
Wow! 10 Ide Konsep Panggung 17 Agustus Unik, Dari Tradisional Sampai Teknologi AI!
-
Kamala Harris Desak Benjamin Netanyahu Terkait Situasi Kemanusiaan di Gaza: Saya Tidak Akan Diam!
-
Cara Pakai Viggle AI Discord, Ubah Foto Jadi Video dengan Mudah!
-
Nikmati Pekerjaan dan Jabatan tapi Lebih Cinta Negara, Ini Alasan Joe Biden Hengkang dari Bursa Pilpres 2024
-
Kecam Pidato Netanyahu di Kongres AS, Hamas: Penjahat Perang Harus Ditangkap, Bukan Diberi Panggung!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu