Suara.com - Pemilihan Presiden (Pilpres) di Venezuela pada Minggu (28/7/2024) waktu setempat menjadi sorotan banyak pihak.
Bahkan sejumlah negara melakukan pemantauan secara langsung untuk memastikan siapa yang akan menang pada Pilpres Venezuela tersebut.
Berdasarkan laporan media Anadolu (Antara), terlihat antusias rakyat di Venezuela berbondong-bondong menuju tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih presiden baru mereka.
Ada lebih dari 21 juta pemilih terdaftar di negara Amerika Selatan tersebut, di mana TPS dibuka pada pukul 6 pagi waktu setempat.
Pemungutan suara akan terus berlangsung hingga pukul 6 sore waktu setempat.
Dengan 10 kandidat yang bersaing, persaingan utama diperkirakan mempertemukan Presiden Nicolas Maduro, yang mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga, dan Edmundo Gonzalez, yang didukung oleh koalisi oposisi.
Lebih dari 380 ribu tentara dan polisi dikerahkan di seluruh negeri untuk memastikan hukum dan ketertiban.
Jika Gonzalez menang, kekuasaan Partai Sosialis Bersatu Venezuela yang telah berkuasa selama 25 tahun akan berakhir.
Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun, semua partai oposisi di negara berpenduduk 29 juta jiwa itu memutuskan untuk tidak memboikot pemilu.
Baca Juga: Peringatan Perang! Korea Utara Bersumpah Hancurkan Total Siapa Saja Musuhnya
Banyak negara, termasuk Turki, mengirimkan pemantau untuk memantau proses pemungutan suara.
Masa jabatan presiden baru selama enam tahun akan dimulai pada 10 Januari 2025.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Pelajar 16 Tahun Pukul Kakak Kandung hingga Tewas di Kelapa Gading, Polisi Dalami Motif Pelaku
-
Selain Kades, KPK Seret Eks Wabup dan Eks Ketua DPRD Pati Jadi Saksi Kasus Pemerasan Sudewo
-
Usulan KSPI THR H-21 Ditolak! Ini Kata Menaker Soal Batas Waktu Pembayaran THR Idulfitri 2026
-
DPR Desak Pemerintah Sanksi Perusahaan Pelanggar THR: Jangan Jadi Pola Menahun
-
BEM SI Kritik Keras Polri, Soroti Dugaan Pembunuhan Arianto Tawwakal di Tual
-
Wajib Tutup Selama Ramadan? Ini Daftar Tempat Hiburan Malam di Jaksel yang Disegel Pemprov DKI
-
Said Didu Bongkar Sisi Lain Hambalang: Beda Kelas Pengusaha Industri vs Pengeruk Kekayaan Alam
-
Tak Hanya Dipecat, Bripda Masias Kini Hadapi Proses Pidana, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Jaksa!
-
Menaker: THR 2026 Masih Mengacu pada Regulasi Lama, Batas Pembayaran H-7 Lebaran
-
Menpan RB: Rekrutmen CPNS 2026 Masih Disiapkan, Fresh Graduate Jadi Perhatian