Suara.com - Seorang mantan koki reality TV Rusia dan tersangka mata-mata ditangkap di Prancis setelah dia dilaporkan membual tentang dugaan rencana menyebabkan kekacauan di Olimpiade Paris sambil melontarkan kata-kata kasar dalam keadaan mabuk.
Kirill Gryaznov, 40, ditangkap di apartemennya di Paris pada hari Minggu setelah beberapa badan intelijen Eropa memantau pergerakannya selama berbulan-bulan, menurut surat kabar Prancis Le Monde.
Polisi Perancis mengatakan mereka menemukan “materi diplomatik” yang mengaitkannya dengan badan intelijen dalam negeri Rusia, Dinas Keamanan Federal (FSB), setelah menggeledah apartemen koki tersebut atas permintaan Kementerian Dalam Negeri Prancis.
Agen menemukan bukti adanya “proyek skala besar” yang menunjukkan bahwa Gryaznov “mempersiapkan operasi pro-Rusia untuk mengganggu stabilitas Prancis” selama Olimpiade, menurut media Prancis.
Gryaznov didakwa melakukan “intelijen dengan kekuatan asing dengan tujuan untuk menghasut permusuhan di Prancis” pada hari Selasa dan menghadapi hukuman hingga 30 tahun penjara, menurut outlet tersebut.
Beberapa badan intelijen Eropa telah memantau jejaknya sejak Mei dan mulai memantau pergerakannya dengan cermat.
Pada bulan Mei, tersangka mata-mata sedang melakukan perjalanan dari Istanbul, Turki, kembali ke Paris ketika dia dilarang menaiki pesawat karena terlalu banyak minum.
Dia kemudian terpaksa mengambil penerbangan lain dari Bulgaria, tetapi hanya setelah berhenti di sebuah restoran tempat dia menelepon petugas intelijennya di Moskow, menurut outlet tersebut.
Gryaznov dalam keadaan mabuk membual melalui telepon kepada seseorang bahwa “Prancis akan mengadakan upacara pembukaan yang tiada duanya” hanya dua bulan sebelum Olimpiade di Paris akan dimulai, menurut dokumen yang diperoleh outlet tersebut.
Baca Juga: 4 Anime Bertema Agen Rahasia yang Wajib Kamu Tonton, Ada Spy X Family
Para saksi juga mengklaim bahwa dia telah mengacungkan identitas FSB-nya selama dia berhenti minum minuman keras dan bahkan mengatakan kepada tetangganya bahwa dia memiliki misi khusus untuk mengganggu Olimpiade.
Hal ini menyebabkan badan-badan keamanan Eropa mengungkap rute tepatnya ke Prancis dan mengungkap hubungan dekatnya yang telah lama terjalin dengan badan intelijen Rusia.
Sebelum pindah ke ibu kota Prancis, Gryaznov lulus dengan gelar sarjana hukum dari Universitas Negeri Perm Rusia dan kemudian membintangi acara bergaya “The Bachelor” “Choose Me,” di mana ia menggambarkan dirinya sebagai “pengusaha dan pemilik restoran yang sukses.”
Hal ini menyebabkan tersangka mata-mata mendapatkan status selebriti di Rusia.
Instagram tersangka mata-mata menunjukkan bahwa dia memiliki lebih dari 100.000 pengikut.
Griaznov dilaporkan telah tinggal di Prancis selama 14 tahun pada saat penangkapannya.
Berita Terkait
-
Pakar Ungkap Ancaman Starlink di Indonesia: Alat Mata-mata Asing hingga Matikan Bisnis Lokal
-
Ulasan Secretly Greatly, Aksi Kim Soo Hyun Jadi Mata-mata Korea Utara
-
5 Rekomendasi Film Hollywood Aksi Bertema Mata-Mata, Seru dan Penuh Intrik!
-
Ulasan New World, Kisah Polisi Kebablasan Waktu Nyamar Jadi Bos Gengster
-
4 Anime Bertema Agen Rahasia yang Wajib Kamu Tonton, Ada Spy X Family
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua