- Indonesia mengalami lonjakan 8.372 kasus campak terkonfirmasi disertai enam kematian pada awal tahun 2026.
- Lonjakan ini mengakibatkan penetapan 45 Kejadian Luar Biasa di 11 provinsi, menjadi perhatian Menkes Budi Gunadi Sadikin.
- DKI Jakarta belum ada kasus, namun melakukan surveilans ketat dan mengimbau masyarakat menghindari kontak langsung pada anak.
Suara.com - Indonesia tengah mengalami lonjakan kasus campak paling signifikan pada awal tahun 2026 ini.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat, terdapat 8.372 kasus terkonfirmasi dengan total enam angka kematian.
Fenomena mengkhawatirkan ini memicu penetapan 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) yang tersebar di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi di tanah air.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bahkan sampai menaruh perhatian khusus pada potensi ledakan kasus saat momen mudik dan silaturahmi Lebaran 2026 mendatang.
Mobilitas jutaan orang saat Idul Fitri diprediksi mempercepat penularan virus secara masif, terutama menyasar kelompok anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi.
Masyarakat diimbau untuk menanggalkan kebiasaan menyentuh atau mencium bayi dan balita saat bertamu demi meminimalisir risiko penularan yang mematikan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada temuan kasus positif campak di wilayah ibu kota.
Namun, Dinkes DKI Jakarta terus melakukan surveilans ketat pada fasilitas kesehatan untuk memantau gejala penyakit serupa influenza maupun infeksi saluran pernapasan akut.
"Ada beberapa lokasi faskes yang menjadi lokasi surveilans untuk ILI (Influenza Like Illness) dan SARI (Severe Acute Respiratory Infection)-nya. Nanti yang memang kami temukan yang bergejala, kami cek di laboratorium," ujar Ani, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: Gubernur Pramono Tegaskan Ormas Minta THR Tak Boleh Paksa Warga: Jaga Kondusivitas Jakarta!
Peningkatan kewaspadaan akan potensi penyebaran dari kawasan penyangga Jakarta pun turut disampaikan Ani dalam imbauannya.
"Daerah di sekitar Jakarta memang sudah mulai ada (kasus)," lanjutnya.
Ani juga menekankan pentingnya pesan Menkes Budi Gunadi Sadikin untuk bersama-sama mengurangi kebiasaan mencium anak-anak saat berkumpul di hari raya.
"Bayi dan anak-anak harus kita jaga benar. Terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran