- BPOM menemukan 56.027 produk pangan tidak memenuhi standar selama intensifikasi pengawasan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
- Mayoritas temuan meliputi produk tanpa izin edar (27.407) dan produk kedaluwarsa (23.776) di berbagai titik distribusi.
- Pengawasan ini bertujuan mencegah peredaran produk berisiko kesehatan akibat lonjakan permintaan pangan olahan pada periode tersebut.
Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan puluhan ribu produk pangan tidak memenuhi ketentuan selama intensifikasi pengawasan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Temuan ini menunjukkan adanya potensi risiko kesehatan bagi masyarakat di tengah meningkatnya konsumsi pangan olahan pada periode tersebut.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan pengawasan diperketat karena permintaan pangan olahan biasanya melonjak saat Ramadan hingga Lebaran. Kondisi itu meningkatkan kemungkinan beredarnya produk yang tidak memenuhi standar keamanan.
“Dalam penguatan pengawasan pangan melalui kegiatan intensifikasi pengawasan berhubungan dengan Idul Fitri, terdapat peningkatan risiko pangan tidak memenuhi ketentuan. Kemudian juga kita temukan adanya lonjakan konsumsi pangan olahan saat Ramadan dan Idul Fitri,” kata Taruna dalam konferensi pers virtual, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan pengawasan BPOM mencakup berbagai rantai distribusi, mulai dari sarana impor, distributor hingga ritel, baik modern maupun tradisional. Produk yang menjadi fokus pemeriksaan antara lain pangan olahan terkemas yang tidak memiliki izin edar, produk kedaluwarsa, serta pangan yang sudah rusak.
“Kami juga fokus pada pengawasan untuk pangan olahan terkemas, adalah produk tahap izin edar, ilegal atau TIE-nya, kemudian pangan kedaluwarsa dan pangan rusak,” ujarnya.
Dari hasil intensifikasi pengawasan tersebut, BPOM menemukan 56.027 pieces produk pangan tidak memenuhi ketentuan.
Taruna merinci, temuan terbesar berasal dari produk tanpa izin edar sebanyak 27.407 pieces atau sekitar 48 persen. Selain itu, ditemukan 23.776 pieces produk kedaluwarsa atau 42 persen, serta 4.844 pieces pangan rusak atau sekitar 8,7 persen.
Menurutnya, dominasi produk tanpa izin edar dan pangan kedaluwarsa menunjukkan potensi risiko serius bagi masyarakat jika produk tersebut sampai dikonsumsi.
“Kita bisa bayangin kalau ini menjangkit dan dimakan oleh masyarakat kita, berarti akan ada puluhan ribu masyarakat kita yang akan menanggung risikonya,” imbuh Taruna.
Baca Juga: 10 Ide Hampers Lebaran Unik dan Murah di Shopee, Cek Yuk!
Ia mengatakan kegiatan pengawasan ini dilakukan untuk mencegah produk bermasalah beredar luas selama periode Ramadan dan Idul Fitri, saat aktivitas belanja pangan meningkat signifikan.
“Kita bersyukur kerja intensifikasi yang kami lakukan bisa mencegah itu terjadi,” kata dia.
BPOM mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli produk pangan, terutama dengan memastikan izin edar, kondisi kemasan, serta tanggal kedaluwarsa sebelum dikonsumsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Bangunan dan Rumah Porak Poranda, Influencer Israel: Oh Ini Rudal Iran, Ngeri Banget Ya
-
Warga Tel Aviv Saat Ini: Di Langit Hujan Rudal Iran, Di Bungker Dipenuhi Pecandu Narkoba
-
Jakarta Belum Temukan Kasus Campak, Dinkes Ingatkan Risiko Penularan dari Sekitar
-
Aksi Korve Massal: Kapolda Metro Jaya dan Dua Menteri Sulap Pasar Kramat Jati Lebih Bersih
-
Pernyataan Pihak Iran Benjamin Netanyahu Tewas dengan Luka Parah
-
Warga Binaan Lapas Cibinong Ikuti Gerakan Membaca Alkitab untuk Pembinaan Rohani
-
Iran Disebut Dapat Bantuan Nuklir Korea Utara, Pakar Militer AS Peringatkan Trump
-
Ucapkan Selamat HUT ke-12 Suara.com, Anies Baswedan: Terus Bernyali untuk Menjaga Demokrasi!
-
Tok! Hakim PN Jaksel Tolak Praperadilan Gus Yaqut, Status Tersangka Korupsi Kuota Haji Sah
-
Polisi Gagalkan Tawuran di Jakarta Timur, 4 Pemuda dan 12 Senjata Tajam Diamankan