Suara.com - Seorang pejabat senior Hamas berhasil dilenyapkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Jalur Gaza, usai terlibat serangan di wilayah Tepi Barat, Kamis (8/8/2024).
IDF melalui Telegram mengklaim bahwa pejabat senior Hamas yang berhasil dihabisi itu terlibat serangan Tepi Barat. Pernyataan itu disampaikan bersama dengan Badan Keamanan Israel (ISA).
Selama kegiatan gabungan IDF dan ISA, sebuah lokasi di mana teroris senior Hamas Nael Sakhl beroperasi diserang di Jalur Gaza.
Beberapa hari setelah serangan itu, informasi intelijen diterima, menunjukkan bahwa senior Hamas itu telah tewas.
"Dekade ini, Nael beroperasi di 'Markas Besar Tepi Barat' Hamas, sebuah organisasi yang bertanggung jawab mengarahkan kegiatan teror di Yudea dan Samaria [nama Israel untuk Tepi Barat],” katanya, dikutip dari Sputnik.
IDF menambahkan bahwa Sakhl telah mendanai dan memasok senjata ke sel teroris yang mendorong serangan teror terhadap warga sipil Israel dan tentara IDF di Tepi Barat.
Pada tanggal 7 Oktober 2023, Israel menjadi sasaran serangan roket yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Jalur Gaza.
Selain itu, pejuang Hamas menyusup ke wilayah perbatasan, menembaki militer dan warga sipil dan menyandera lebih dari 200 orang. Pihak berwenang Israel mengatakan sekitar 1.200 orang tewas dalam serangan itu.
Sebagai pembalasan, IDF melancarkan Operasi Pedang Besi di Jalur Gaza. Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober telah melebihi 39.600 orang, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?