Suara.com - Raksasa teknologi Google mendapat kecaman setelah menekan influencer teknologi untuk mempromosikan perangkat seluler Pixel baru dibandingkan gadget pesaingnya, menurut laporan di New York Post. Jika mereka tidak menyetujuinya, mereka berisiko dikeluarkan dari program yang memberi mereka akses awal terhadap gadget tersebut.
Para pencipta diundang untuk menjadi anggota program "Team Pixel" perusahaan, yang memberi mereka akses awal ke gadget sebelum masyarakat umum. Khususnya, Google meluncurkan rangkaian ponsel pintar Pixel baru pada awal bulan ini dengan tujuan meningkatkan integrasinya dengan alat AI.
Berdasarkan tangkapan layar yang beredar secara online, influencer yang ikut serta dalam program ini, "mengakui bahwa Anda diharapkan untuk menampilkan perangkat Google Pixel sebagai pengganti perangkat seluler pesaing?" Ia menambahkan, “Harap diperhatikan bahwa jika tampaknya merek lain lebih disukai daripada Pixel, kami harus menghentikan hubungan antara merek tersebut dan pembuatnya.”
Klausul baru ini tidak diterima dengan baik oleh para pembuat digital yang melihatnya sebagai upaya perusahaan untuk mendapatkan ulasan positif dengan kedok konten bersponsor.
Ketentuan tersebut disebut-sebut sebagai "hal baru" tahun ini oleh analis Max Weinbach, mantan anggota Team Pixel.
Sebagai protes, pengulas teknologi Adam Matlock mengumumkan bahwa dia secara resmi mengeluarkan diri dari piksel tim. “Ini berjalan dengan baik tetapi program ini tidak lagi sejalan dengan etika saya atau demi kepentingan terbaik saluran saya dan konten yang saya berikan untuk penayangan saya,” katanya di X.
Peninjau teknologi lainnya, Marques Brownlee, yang bukan bagian dari Tim Pixel berkata, "Agak membuat frustrasi bagi orang-orang yang hanya mencoba melakukan peninjauan. Saran saya adalah, jika Anda seorang peninjau teknologi, jangan pernah mendaftar untuk apa pun yang membuat Anda tim satu hal di atas yang lain. Itu bukanlah langkah objektif yang baik jika Anda mencoba menyajikan tinjauan objektif."
Juru bicara Google mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada The Verge bahwa program ini berbeda dan tidak memiliki persyaratan cakupan Pixel yang sama. "#TeamPixel adalah program yang berbeda, terpisah dari program ulasan pers dan pembuat konten kami."
Khususnya, Google dan 1000heads, sebuah agensi PR, berkolaborasi dalam kampanye Team Pixel. Untuk mematuhi peraturan pengungkapan federal, peserta harus menandai postingan mereka dengan "#teampixel" atau "#giftfromgoogle". "Tujuan #TeamPixel adalah untuk memberikan perangkat Pixel ke tangan pembuat konten, bukan pers dan peninjau teknologi. Kami gagal mencapai sasaran dengan bahasa baru yang muncul di formulir #TeamPixel kemarin, dan telah dihapus," kata mereka .
Baca Juga: Huawei Pamer Teknologi Terbaru, Ponsel Lipat Tiga, Harganya Bikin Melongo
Berita Terkait
-
Tes Ujian Free Fire Google Form 2024, Link dan Cara Ketahui Level Pengetahuan FF
-
Jangan Tertipu! Begini Cara Pastikan HyperOS di Ponsel Anda Asli
-
Viral Incar HP Bocah Pemburu Telolet, Pelat Nomor Jambret Beraksi Naik NMAX Disorot: Pajak Mati Setahun
-
Simulasi Mengerikan! Penyebab Ponsel Tiba-tiba Meledak Terungkap
-
Huawei Pamer Teknologi Terbaru, Ponsel Lipat Tiga, Harganya Bikin Melongo
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel