Suara.com - Said Iqbal, Presiden Partai Buruh dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), baru-baru ini menjadi pusat perhatian setelah gugatannya ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pencalonan Pilkada dikabulkan. Dengan putusan ini, syarat ambang batas kursi DPRD (20%) atau suara sah (25%) tidak lagi menjadi penghalang untuk mengusulkan calon dalam Pilkada.
Keputusan ini menjadi terobosan besar yang membuka peluang lebih luas bagi partai-partai politik dalam mengajukan calon mereka, tanpa harus terikat dengan syarat ketat perolehan kursi atau suara.
Profil Said Iqbal dan Perjalanan Karier
Lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968, Ir. H. Said Iqbal, S.T., M.E. telah lama dikenal sebagai sosok yang berjuang untuk kesejahteraan buruh di Indonesia. Lulusan Teknik Mesin Universitas Jayabaya ini kemudian melanjutkan pendidikan magister di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, yang memperkuat landasannya dalam memperjuangkan hak-hak buruh.
Karirnya sebagai aktivis buruh dimulai sejak tahun 1992, ketika ia menjadi pemimpin serikat pekerja di sebuah perusahaan elektronik di Bekasi. Tak hanya itu, ia juga mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan sejak reformasi, terus berperan aktif dalam berbagai organisasi buruh baik di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi dan Penghargaan Internasional
Dedikasi dan perjuangannya di dunia perburuhan tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional. Pada tahun 2013, Said Iqbal dianugerahi penghargaan bergengsi sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia, The Fese Elisabeth Velasquez Award oleh serikat pekerja Belanda, mengalahkan 200 kandidat lainnya.
Sebagai Presiden Partai Buruh periode 2021-2026, Said Iqbal terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan buruh di Indonesia. Di samping itu, ia juga memegang posisi sebagai Presiden FSPMI dan KSPI, menjadikannya salah satu figur terpenting dalam gerakan buruh di Indonesia.
Baca Juga: Cari Unsur Pidana, Bawaslu Telusuri Pencatutan NIK Pendukung Dharma-Kun Wardana
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli