Namun, seorang pengacara untuk keluarga korban, Juan Gonzalo Ospina, mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan El Mundo bahwa Sancho menjalani "realitas palsu".
"Dia terus menyangkal tanggung jawab atas apa yang dia lakukan," katanya.
Polisi Thailand, tambahnya, "telah melakukan pekerjaan yang terpuji" dalam merekonstruksi kejahatan dan menemukan bukti.
"Ketika Sancho pergi untuk melaporkan hilangnya Edwin Arrieta untuk mencari alibi, mereka sudah tahu pelaku kejahatan itu adalah dia," katanya.
Ospina mengatakan bahwa terbukti di persidangan pada bulan April bahwa Sancho telah membeli pisau, kantong plastik, dan perlengkapan pembersih sebelum melakukan kejahatan, dan menyimpannya di ruangan tempat pembunuhan itu terjadi.
"Ini tidak dapat disangkal," tambahnya.
Dia mengatakan Sancho mengakui di persidangan bahwa Arrieta mengalami kejang-kejang setelah dia memukulnya.
"Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa setelah itu, ia menghabisinya. Dengan kata lain, ia membunuhnya," imbuhnya.
Namun, pengacara keluarga Sancho, Carmen Balfagon, mengatakan kepada program berita Spanyol Cronica bahwa mereka "sangat optimis, karena dalam persidangan kami menunjukkan bahwa tidak ada rencana sebelumnya".
Baca Juga: Asnawi Mangkualam Makin Ditakuti di Liga Thailand, Kini Tuntun Port FC ke Puncak Klasemen
Berita Terkait
-
Perbandingan Nilai Pasar Asnawi Mangkualam dan Suphanan Bureerat, Bek Thailand yang Tergusur di Port FC
-
Kalah dari Thailand dalam SEA V League 2024, Bukan Hal yang Mengejutkan
-
Ikut Orasi Tolak Revisi RUU Pilkada 2024, Reza Rahadian Tak Takut Sepi Job
-
4 Tahun Hiatus Terkait Kasus Bully, Aktor Ji Soo Ungkap Keinginan Comeback
-
Asnawi Mangkualam Makin Ditakuti di Liga Thailand, Kini Tuntun Port FC ke Puncak Klasemen
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan
-
Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu
-
Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi
-
The 2nd IBOS Expo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lebih dari 100 Peluang Bisnis dari Berbagai Industri
-
Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus
-
Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus