“Terutama tentang tema kunjungan di Indonesia yaitu Iman, Persaudaraan, dan Bela Rasa atau Faith, Fraternity, and Compassion,” ungkapnya.
“Banyak pilihan simbolik tentang ini yang ditunjukkan Paus Fransiskus. Pertama-tama dengan memilih motto ketika menjadi uskup dan paus, yaitu “Miserando atque eligendo” atau “ia melihatnya dengan mata penuh kerahiman dan memanggil dia”," jelas Romo Kardinal Suharyo.
"Saat berusia 17 tahun Sri Paus Fransiskus memiliki pengalaman otentik akan Allah Yang Maharahim saat masuk ke kamar pengakuan dan merasakan Kerahiman Allah yang tanpa batas,” katanya lagi.
Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana Kunjungan Paus ke Indonesia, Ignasius Jonan menyatakan perjalanan apostolik Bapa Suci masih sesuai rencana.
”Hingga saat ini agenda perjalanan Paus, seperti sudah diumumkan sebelumnya,” tandasnya.
Untuk persiapan rohani, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC menyatakan bahwa Gereja Indonesia pertama-tama diminta berdoa untuk kelancaran kunjungan Paus.
Bahkan disiapkan kelompok doa yang terus-menerus berdoa tanpa henti untuk kelancaran acara ini.
“Seluruh umat di Indonesia dalam ibadah-ibadahnya mendoakan doa khusus yang disebarkan kepada semua umat,” urainya.
“Keuskupan-keuskupan dan Paroki-paroki mengadakan Katekese dan Formasi Rohani,” jelas Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC.
Baca Juga: Bapa Suci Fransiskus Jadi Paus Ketiga Berkunjung ke Indonesia: Penantian 35 Tahun Berakhir
Penyediaan materi katekese dan formasi rohani itu bertujuan untuk membantu umat memahami makna dan tujuan kunjungan apostolik Paus. Serta mengajak mereka untuk berpartisipasi secara aktif dan penuh iman.
Kemudian, Gereja Indonesia bekerja bersama dalam menyelenggarakan Perayaan Ekaristi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada 5 September 2024.
Dari sejumlah agenda Paus Fransiskus di Indonesia, salah satu yang akan melibatkan banyak umat adalah Perayaan Ekaristi di GBK. Dengan jumlah keikutsertaan umat mencapai 80 ribu lebih.
“Keuskupan-keuskupan dan paroki mengorganisir umatnya untuk dengan tertib boleh hadir dalam Perayaan Ekaristi. Para Imam juga akan menjadi konselebran dan membantu membagikan komuni,” kata Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC.
Kata tertib di sini bermakna bahwa yang bisa hadir dalam Perayaan Ekaristi telah mengenakan gelang undangan.
Diharapkan seluruh umat yang dapat hadir mengikuti semua saran dan anjuran panitia supaya dapat berjalan lancar.
“Sementara, umat yang tidak kebagian tempat agar tidak datang ke GBK karena pasti tidak diizinkan masuk. Sebaiknya mengikutinya lewat siaran televisi atau YouTube,” kata Ignasius Jonan.
Panitia telah menggelar persiapan di setiap venue mau pun koordinasi lintas sektor untuk mempersiapkan yang terbaik dalam kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia.
Termasuk soal kesehatan sudah disiapkan tim kesehatan untuk Paus dan seluruh umat.
Senada soal keamanan, pengaturan lalu-lintas, dan parkir sudah disiapkan tim panitia bersama sektor pemerintah terkait.
Berita Terkait
-
Diplomasi Tenun di Vatikan: Tamparan buat Fast Fashion?
-
Doa Awal Tahun Muharram yang Dibaca Selepas Magrib di Malam Tahun Baru Hijriah
-
Doa Minum Susu 1 Muharram 1448 H dan Kapan Waktu Terbaik Meminumnya?
-
Doa Tahun Baru Islam Dibaca Jam Berapa? Simak Waktu Terbaik Menyambut 1 Muharram
-
Bolehkah Minum Susu Putih di Malam 1 Muharram? Ini Penjelasan Hukum Menurut Ulama
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura