Suara.com - Kuasa Hukum Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, Nasrullah, menjelaskan bahwa teman Kaesang merupakan salah satu orang yang ikut naik jet pribadi ke Amerika Serikat.
Hal itu disampaikan Nasrullah untuk membantah kabar bahwa teman Kaesang berinisial Y tidak ikut dalam perjalanan itu.
"Kami sudah sampaikan kemarin semua data dan informasi ke KPK. Misalkan di pesawat itu ada 8 orang penumpang," kata Nasrullah dalam keterangannya, Rabu (13/9/2024).
Nasrullah menjelaskan bahwa empat orang yang sebelumnya disebutkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya rombongan Kaesang.
"Empat orang dari pemilik pesawat dan empat orang dari Mas kaesang. Mereka berangkat bersamaan dari Jakarta ke Amerika," ungkap Nasrullah.
Kemarin, Direktur Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengatakan bahwa putra bungsu Presiden Joko Widodo itu mengaku hanya nebeng temannya yang berinisial Y saat menggunakan jet pribadi ke Amerika Serikat.
“Inisial Y kalau nggak salah depannya, tapi kita nggak tahu nih, bener nggak nama lengkapnya ini, WNI apa WNA atau apa. Jadi dia bilang pesawat punya siapa, nanti kita konfirmasi lagi,” kata Pahala kepada wartawan, Selasa (17/9/2024).
Namun, dalam klarifikasi yang disampaikan Kaesang kepada KPK, hanya ada empat orang yang disebutkan naik jet pribadi tersebut. Mereka ialah Kaesang, istrinya yaitu Erina Gudono, kakak Erina yaitu Nadya Gudono, dan seorang staf.
“Jadi Kaesang, istrinya, kakak istrinya, dan stafnya. Jadi berempat,” ujar Pahala.
Baca Juga: Kaesang dan Gibran Diprediksi Membungkuk ke Reino Barack, Imbas Jejak Digital soal Syahrini
Kaesang yang mengaku hanya nebeng itu tidak menyampaikan nama temannya berinisial Y yang memiliki jet pribadi sebagai salah satu orang yang ikut berpergian dengannya saat itu.
Hadir ke KPK
Sebelumnya Kaesang mengeklaim dirinya hadir ke KPK atas inisiatif sendiri untuk melakukan klarifikasi terkait dugaan gratifikasi pada penggunaan jet pribadi.
"Jadi hari ini, kedatangan saya ke KPK, sebagai warga negara yang baik. Saya bukan penyelenggara negara, saya bukan pejabat," kata Kaesang di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2024).
"Saya datang ke sini bukan karena undangan, bukan karena panggilan, tapi inisiatif saya sendiri," tambah dia.
Menurut Kaesang, hal yang diklarifikasi kepada KPK hari ini berkaitan dengan perjalanannya menggunakan jet pribadi belum lama ini.
Berita Terkait
-
Kaesang Ngaku Nebeng Jet Pribadi Teman, Jokowi Lagi-lagi Sebut Semua Warga sama di Mata Hukum, Sinyal Apa?
-
Kaesang Klarifikasi soal Jet Pribadi ke KPK Atas Nama Anak Presiden, Begini Respons Jokowi
-
Sindiran Tajam Komika Acho ke Kaesang yang Nebeng Jet Pribadi Teman: Atur Aja Deh
-
Kaesang dan Gibran Diprediksi Membungkuk ke Reino Barack, Imbas Jejak Digital soal Syahrini
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard