Suara.com - Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais menyarankan agar Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menikmati hari tua usai pensiun sebagai kepala negara.
"Iya pulang kampung menikmati hari tuanya gitu aja ya," kata Amien Rais menjadi pembicara di acara Konsolidasi Lintas Tokoh dan Elemen Rakyat Jelang Oktober 2024 di Aljazera Signature Restoran & Lounge, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta, Selasa (1/10/2024).
Menurut Amien, Jokowi juga tidak perlu lagi berkecimpung di dunia politik.
"Ya nggak boleh," kata Amien.
Sebelumnya, Amien Rais menyebut Jokowi sebagai presiden terburuk yang dimiliki bangsa Indonesia.
Hal itu disampaikan Amien saat menjadi oembicara dalam acara Konsolidasi Lintas Tokoh dan Elemen Rakyat Jelang Oktober 2024.
"Jadi saya ingin menyampaikan pertama Mulyono atau Jokowi itu adalah presiden terburuk yang dimiliki bangsa Indonesia," kata Amien.
Amien sekaligus memberikan sejumlah alasan mengapa ia memberikan cap presiden terburuk kepada Jokowi.
Pertama, ialah lantaran Jokowi dianggap telah memperlakukan Undang-Undang Dasar 1945 bak anggaran runah tangga. Ia menilai sikap Jokowi demikian merupakan toxic.
Baca Juga: Arti Brevet Kehormatan Hiu Kencana yang Diberikan kepada Presiden Jokowi
"Yang betul-betul menghina Undang-Indnag Dasar 1945. Dia lupa Undang-Undang Dasar itu dasarnya adalah undang-undang, tapi oleh si Jokopret ini betul-betul itu menghina kita semua," kata Amien.
Kedua, karena mantan wali kota Solo tersehut dianggap mengabdi kepentingan pemilik modal.
"Dia penampilannya seperti rakyat biasa planga-plongo tapi dalam hatinya dia itu mengabdi kepada kepentingan korporat dan konglomerat pemilik modal. Hubungan dia dengan Beijing saya kira sudah jadi rahasia umum," kata Amien.
Berita Terkait
-
Arti Brevet Kehormatan Hiu Kencana yang Diberikan kepada Presiden Jokowi
-
Tegas! Amien Rais Sebut Jokowi Presiden Terburuk Indonesia, Ini Alasannya
-
Disebut Gagal Paham, WALHI "Kuliahi" Jokowi soal Teori Pembentukan Sedimen Pasir
-
Jokowi Terima Tim Pansel di Lanud Halim, Nama-nama Capim dan Calon Dewas KPK Segera Diumumkan
-
Sebut Sedimen dan Pasir Laut Beda, Jokowi Dikritik Tak Paham Bahaya Penambangan Pasir Laut
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing