Suara.com - Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilakukan selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tercatat masih terpusat di wilayah Jawa. Hal tersebut terlihat dari jumlah PSN dan penggelontoran dana negara dominan digunakan untuk pembangunan di Jawa.
Walhi mengkritisi sikap Jokowi karena mengingkari janjinya untuk lakukan pemerataan pembangunan dan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah agar tidak menjadi Jawa sentris.
"Katanya dia tidak mau Jawa sentris, justru terlihat dari nilai dan jumlah dengan fakta yang ada, proyek PSN masih tetap dominan di Jawa, hampir lebih dari 2.000 triliun," kata Eksekutif Nasional Walhi Satrio Manggala dalam diskusi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) secara virtual, Kamis (10/10/2024).
Sementara itu, PSN di luar Jawa tercatat ada 11 proyek yang tersebar di berbagai titik dengan nilai anggaran Rp1.600 triliun.
Proyek tersebut tersebar di Sumatera yang habiskan dana sekitar Rp 800 triliun, Kalimantan sekitar Rp 200-an triliun, serta Sulawesi dan Papua yang masing-masinh hampir Rp500 triliun.
Ada pun proyek yang dibangun berupa jalan, bendungan, serta kawasan ekonomi. Namun terhadap pembangunan kereta api, perkebunan, energi, dan pelabuhan tetap berkonsentrasi semuanya di Jawa.
"Tidak seperti apa yang Presiden selalu bicarakan bahwa kita sedang membangun pemerataan pembangunan, yang mana semua pembangunan masih berkonsentrasi di Jawa," kata Satrio.
Namun, pembangunan proyek tersebut juga belum berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Walhi mencatat, justru PSN jadi salah satu penyebab kriminalisasi terhadap masyarakat sipil akibat konflik warga dengan negara terkait proses pembangunan.
"Menurut data Walhi, data angka kekerasan dan kriminalisasi tertinggi nomor 3 sebaran orang yang mengalami kekerasan dan kriminalisasi terjadi di berbagai pulau," ucapnya.
Baca Juga: Rocky Gerung Tanggapi Pernyataan Jokowi Akan Pulang Saat Pelantikan Prabowo : Bagus
Berita Terkait
-
Foto Bersama Sekaligus Pamitan ke Pekerja di Istana, Jokowi dan Iriana: Terima Kasih Semuanya
-
Jelang Lengser, Jokowi Kunker 5 Hari: Resmikan Istana Negara hingga Jajal Kembali Bandara IKN
-
Rocky Gerung Tanggapi Pernyataan Jokowi Akan Pulang Saat Pelantikan Prabowo : Bagus
-
Prabowo Bocorkan Kabinet Baru: Banyak Menteri Jokowi yang Dipertahankan
-
10 Tahun Presiden Jokowi, Kemenag Bertumbuh Jadi Faster, Better, dan Stronger
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Sikat Pemodal Kakap, Kementerian ESDM Usut Tuntas Rantai Bisnis Emas Ilegal Rp846 Miliar
-
Gempa NTT Ganggu 91 BTS, XLSMART Percepat Pemulihan hingga Tersisa 5 BTS
-
Rumus Luas dan Keliling Layang-Layang, Lengkap dengan Contoh Soal
-
PK Bapas Luwuk Ikuti Sidang TPP di Rutan Poso, Bahas Pembinaan 19 WBP
-
Udara Pelalawan Tak Sehat, Berbahaya untuk Penderita Asma dan Sakit Jantung
-
Apakah Lampu Ruangan dan Layar Laptop Bisa Memicu Flek Hitam?
-
Gunakan Uang APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah dan Bayar Utang, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi
-
7 HP Murah Layar AMOLED dan RAM Besar, Spek Lengkap untuk Harian
-
Meski Diincar Real Madrid, Rodri Pilih FC Barcelona untuk Wujudkan Mimpi
-
Hari Ketujuh Pencarian ASN Bogor yang Jatuh: Penyelam Diterjunkan, Keberadaan Bayu Masih Misteri