-
Dokter Amerika dipindahkan dari ruang biokontainer setelah hasil tes hantavirus kapal pesiar tidak konsisten.
-
Wabah hantavirus pertama di kapal pesiar menyebabkan tiga kematian dan memicu karantina 42 hari.
-
WHO memperingatkan potensi penularan virus Andes antarmanusia meskipun risiko publik saat ini masih rendah.
Suara.com - Ancaman hantavirus kini resmi merambah sektor pariwisata laut setelah seorang dokter spesialis kanker asal Oregon terpaksa mendekam di ruang isolasi ketat biokontainer. Langkah drastis ini diambil otoritas medis Amerika Serikat akibat ketidakpastian status infeksi yang dibawa dari kapal pesiar tersebut.
Ketidakpastian ini memicu perdebatan mengenai akurasi deteksi dini virus mematikan tersebut di tengah laut. Kasus ini menjadi sejarah kelam karena merupakan pertama kalinya wabah hantavirus terdeteksi pada industri kapal pesiar global.
Dikutip dari AP, standar keselamatan penumpang kini dipertanyakan setelah prosedur pengujian menunjukkan hasil yang saling bertolak belakang. Muncul kekhawatiran mengenai efektivitas skrining kesehatan bagi wisatawan yang menempuh perjalanan jarak jauh.
Dunia medis kini menyoroti potensi mutasi virus Andes yang diduga mampu menular antarmanusia secara langsung.
Risiko ini membuat protokol karantina bagi para penyintas kapal tersebut menjadi jauh lebih agresif.
Situasi di Nebraska menjadi cermin betapa rapuhnya sistem pertahanan kesehatan global saat menghadapi patogen langka.
Meskipun risiko publik dianggap rendah, ketatnya pengawasan menunjukkan adanya kewaspadaan tingkat tinggi.
Pembebasan dari Unit Biokontainer Nebraska
Dr. Stephen Kornfeld kini telah dipindahkan dari unit biokontainer khusus ke fasilitas pemantauan nasional di Omaha. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya ia menjadi satu-satunya warga Amerika yang harus diisolasi secara terpisah.
Baca Juga: Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
Kornfeld menceritakan kondisinya secara langsung melalui panggilan video dari dalam kamar perawatan rumah sakit.
“Saya merasa luar biasa, 100%,” ujarnya menegaskan kondisi fisiknya yang tampak bugar.
Ia mengakui sempat mengalami masa-masa sulit saat masih berada di atas kapal yang menjadi pusat wabah.
“Ada suatu periode di kapal ketika saya jatuh sakit dengan gejala mirip flu termasuk keringat malam, kedinginan, dan kelelahan,” ungkapnya.
Namun, dokter spesialis onkologi ini memastikan bahwa saat ini dirinya sudah tidak merasakan keluhan medis apa pun. Status kesehatannya tetap dipantau secara intensif bersama 15 warga negara Amerika Serikat lainnya.
Meskipun sudah keluar dari ruang isolasi utama, pengawasan terhadap Kornfeld tidak akan langsung dihentikan sepenuhnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada gejala laten yang muncul kembali di kemudian hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur
-
Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang
-
Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti
-
183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar
-
Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran
-
Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun
-
Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran
-
Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?