News / Internasional
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:33 WIB
Ancaman hantavirus kini resmi merambah sektor pariwisata laut setelah seorang dokter spesialis kanker asal Oregon terpaksa mendekam di ruang isolasi ketat biokontainer. (Ist)
Baca 10 detik
  • Dokter Amerika dipindahkan dari ruang biokontainer setelah hasil tes hantavirus kapal pesiar tidak konsisten.

  • Wabah hantavirus pertama di kapal pesiar menyebabkan tiga kematian dan memicu karantina 42 hari.

  • WHO memperingatkan potensi penularan virus Andes antarmanusia meskipun risiko publik saat ini masih rendah.

Suara.com - Ancaman hantavirus kini resmi merambah sektor pariwisata laut setelah seorang dokter spesialis kanker asal Oregon terpaksa mendekam di ruang isolasi ketat biokontainer. Langkah drastis ini diambil otoritas medis Amerika Serikat akibat ketidakpastian status infeksi yang dibawa dari kapal pesiar tersebut.

Ketidakpastian ini memicu perdebatan mengenai akurasi deteksi dini virus mematikan tersebut di tengah laut. Kasus ini menjadi sejarah kelam karena merupakan pertama kalinya wabah hantavirus terdeteksi pada industri kapal pesiar global.

Dikutip dari AP, standar keselamatan penumpang kini dipertanyakan setelah prosedur pengujian menunjukkan hasil yang saling bertolak belakang. Muncul kekhawatiran mengenai efektivitas skrining kesehatan bagi wisatawan yang menempuh perjalanan jarak jauh.

Edukasi tentang Hantavirus. (Kemenkes RI)

Dunia medis kini menyoroti potensi mutasi virus Andes yang diduga mampu menular antarmanusia secara langsung.

Risiko ini membuat protokol karantina bagi para penyintas kapal tersebut menjadi jauh lebih agresif.

Situasi di Nebraska menjadi cermin betapa rapuhnya sistem pertahanan kesehatan global saat menghadapi patogen langka.

Meskipun risiko publik dianggap rendah, ketatnya pengawasan menunjukkan adanya kewaspadaan tingkat tinggi.

Pembebasan dari Unit Biokontainer Nebraska

Tiga orang meninggal dunia setelah diduga terjadi wabah hantavirus di kapal MV Hondius. (Supplied: Oceanwide Expeditions)

Dr. Stephen Kornfeld kini telah dipindahkan dari unit biokontainer khusus ke fasilitas pemantauan nasional di Omaha. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya ia menjadi satu-satunya warga Amerika yang harus diisolasi secara terpisah.

Baca Juga: Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Kornfeld menceritakan kondisinya secara langsung melalui panggilan video dari dalam kamar perawatan rumah sakit.

“Saya merasa luar biasa, 100%,” ujarnya menegaskan kondisi fisiknya yang tampak bugar.

Ia mengakui sempat mengalami masa-masa sulit saat masih berada di atas kapal yang menjadi pusat wabah.

“Ada suatu periode di kapal ketika saya jatuh sakit dengan gejala mirip flu termasuk keringat malam, kedinginan, dan kelelahan,” ungkapnya.

Namun, dokter spesialis onkologi ini memastikan bahwa saat ini dirinya sudah tidak merasakan keluhan medis apa pun. Status kesehatannya tetap dipantau secara intensif bersama 15 warga negara Amerika Serikat lainnya.

Meskipun sudah keluar dari ruang isolasi utama, pengawasan terhadap Kornfeld tidak akan langsung dihentikan sepenuhnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada gejala laten yang muncul kembali di kemudian hari.

Load More