Suara.com - Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar mengaku diminta Presiden RI terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto untuk membantu di kabinet pemerintahan lima tahun mendatang. Nasaruddin dikabarkan jadi Menteri Agama RI.
"Saya betul-betul sangat surprise ya. Saya enggak nyangka dan saya kaget. Saya nggak pernah membayangkan," ujar Nasaruddin.
Ia pun mengaku terkejut karena baru pulang dari luar negeri langsung diundang Prabowo dan diminta membantunya di pemerintahan kelak.
"Saya baru pulang juga dari MoU dengan Al-Azhar Mesir kemarin baru pulang. Tiba-tiba saya dapat undangan dari Presiden Terpilih Pak Prabowo, saya diminta untuk membantu beliau di periode yang akan datang," sambungnya.
Nasaruddin enggan menjelaskan lebih jauh terkait posisi menteri yang ditawarkan Prabowo. Namun, dia menyebut posisi tersebut tak jauh dari kesehariannya selama ini.
"Iya saya pikir tidak jauh dari keseharian saya (bidang agama), bagaimana supaya kita ini. Ya nantilah beliau yang akan menjelaskan. Tetapi Alhamdulillah saya merasa tidak, i'm nothing ya," imbuhnya
Diduga Nasaruddin Umar akan diminta menjadi menteri Agama menggantikan Yaqut Cholil Quomas atau Gus Yaqut.
Profil Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar lahir di Ujung Bone, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1959 sehingga saat ini usianya 63 tahun.
Baca Juga: Profil Imam Besar Masjid Istiqlal, Jadi Sorotan Usai Mengecup Kening Paus Fransiskus
Nasaruddin Umar menikah dengan Helmi Halimatul Udhma dan dikaruniai tiga anak.
Nasaruddin Umar menghabiskan masa kecilnya di Sulawesi Selatan dan menimba ilmu di berbagai tempat. Satu di antaranya di Pondok Pesantren As'adiyah yang berpusat di Sengkang, Wajo.
Ponpes ini merupakan lembaga pendidikan tertua di Sulawesi Selatan yang didirikan oleh ulama besar Sulawesi Selatan, AGH Muhammad As'ad al-Bugisi gelar Puang Aji Sade.
Berikut ini rekam jejak pendidikkan Nasaruddin Umar dikutip dari istiqlal.or.id:
- SDN 6 tahun, di Ujung-Bone 1970
- Madrasah Ibtida’iyah 6 tahun, di Pesantren As’adiyah Sengkang, 1971.
- PGA 4 Thn, di pesantren As’adiyah Sengkang, 1974
- PGA 6 Thn, di Pesantren As’adiyah Sengkang 1976
- Sarjana Muda , Fakultas Syari’ah IAIN Alauddin Ujung Pandang, 1980
- Sarjana Lengkap (Sarjana Teladan) Fakultas Syari’ah IAIN Alauddin Ujung Pandang, 1984
- Program S2 (tanpa tesis) IAIN syarif Hidayatullah Jakarta, 1990-1992.
- Program S3 (alumni Terbaik) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan disertasi tentang” Perspektif Jender Dalam al-qur’an, 1993-1998.
- Visiting Student di Mc Gill University canada, 1993-1994
- Visiting Student di Leiden University Belanda, 1994/1995
- Mengikuti Sandwich program di Paris University Perancis, 1995
Pernah melakukan penelitian kepustakaan di beberapa perguruan tinggi di Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Belanda, Belgia, Italia, Ankara, Istanbul, Srilanka, Korea Selatan, saudi Arabia, Mesir, Abu Dhabi, Yordania, Palestina, dan Singapore, Kualalumpur, Manila.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Pramono Larang PKL Jualan di Trotoar, Penertiban Diminta Permanen
-
Sambut Tahun Kuda Api, Pedagang Ornamen Imlek di Glodok Raup Omzet Belasan Juta
-
Pramono Anung Larang Ormas Razia Rumah Makan Saat Ramadan, Tegaskan Jakarta Harus Damai
-
Pramono Anung Bikin Gebrakan: Bakal Ada Haul Akbar Ulama dan Pejuang Betawi di Monas
-
Gibran Dorong RUU Perampasan Aset, ICW: Jangan Sekadar Lip Service
-
Pramono Anung Borong Bandeng Raksasa 14 Kilogram di Rawa Belong
-
Kisah Ramadan Pertama Para Mualaf: Antara Adaptasi, Haru, dan War Takjil
-
Bahlil Mantap Nyaleg 2029: Wartawan Jangan Tanya Lagi, Saya Caleg!
-
Kemensos Gandeng YLKI Tindaklanjuti Aduan BPJS PBI Nonaktif, Puluhan Laporan Masuk
-
Gus Ipul Minta Wali Kota Denpasar Cabut Pernyataan soal BPJS PBI