News / Nasional
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:49 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri prosesi peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). (tangkap layar)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk pada 16 Mei 2026 guna memperkuat optimisme kebangkitan ekonomi nasional.
  • Konflik di Selat Hormuz menyebabkan krisis energi global yang berdampak pada kelangkaan pasokan bahan baku pupuk dunia.
  • Indonesia kini menjadi pemasok pupuk dan beras bagi berbagai negara sebagai dampak penguatan sektor pertanian dan pangan.

Suara.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan optimismenya terhadap kebangkitan ekonomi nasional di tengah gejolak krisis global.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pidato sambutannya saat meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Ia menekankan pentingnya mengelola kekayaan alam Indonesia demi kepentingan rakyat banyak sebagai kunci kekuatan bangsa.

"Negara kita kaya, harus kita amankan kekayaan tersebut untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Saya bertekad, saya percaya dan saya yakin dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan bangkit," ujar Prabowo.

Di hadapan jajaran menteri dan tamu undangan, Presiden memaparkan kondisi dunia yang saat ini tengah mengalami kepanikan akibat konflik di Timur Tengah.

Penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi 20 persen pasokan BBM dunia, telah berdampak sistemik pada krisis energi dan kelangkaan bahan baku pupuk global.

"Sekarang saja sudah terbukti, banyak negara yang kesulitan, yang panik karena perang di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup, 20% BBM dunia lewat Selat Hormuz. Pupuk terpengaruh karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas," jelasnya.

Namun, di tengah situasi sulit tersebut, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia justru tampil sebagai pemberi solusi.

Menuruutnya berkat penguatan sektor industri dan pertanian, banyak negara kini bergantung pada pasokan dari Indonesia.

Baca Juga: Mengenal 'Ambo', Sapi Raksasa 1,15 Ton Asal Tangerang yang Dipilih Prabowo untuk Idul Adha 2026

Ilustrasi Perang Iran vs Israel [Foto Dok X @VividProwess]

"Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian banyak negara minta pupuk dari Indonesia. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada sekarang di pihak yang bisa memberi bantuan," kata dia.

"Australia minta tolong kita, kita jual ke Australia 500.000 ton urea. Filipina juga minta ke kita, India, Bangladesh, Brazil minta ke kita. Perintah saya: bantu semua!" tegas Presiden.

Selain sektor pupuk, Prabowo juga menyoroti keberhasilan Indonesia dalam menjaga kedaulatan pangan.

Menurutnya, langkah cepat pemerintah dalam membenahi sektor pertanian telah membuahkan hasil, di mana Indonesia kini mulai dilirik oleh negara-negara lain untuk memasok beras.

"Juga banyak negara sekarang mau beli beras dari kita. Bayangkan kalau kita tidak swasembada, kalau kita tidak buru-buru beresin masalah pertanian. Terima kasih semua pihak," pungkasnya.

Load More