Suara.com - Kekayaan presiden Indonesia sejak kemerdekaan selalu menjadi perhatian masyarakat. Dari Presiden pertama Soekarno hingga Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai presiden In
Daftar kekayaan tokoh bangsa itu kerap menjadi topik pembahasan yang menarik. Lantas, seberapa kaya presiden-presiden Indonesia? Berikut kekayaan presiden-presiden Indonesia mengutip berbagai sumber.
1. Soekarno
Harta kekayaan Presiden pertama RI, Soekarno, masih menjadi misteri hingga kini. Namun, koran Austria Kronen Zeitung pada edisi Desember 2012 menyebutkan bahwa Soekarno memiliki kekayaan senilai USD 180 miliar yang diduga disimpan di Union Bank of Switzerland (UBS).
Data soal kekayaan Soekarno belum terkonfirmasi secara resmi, namun terus menjadi perbincangan publik sampai hari ini.
2. Soeharto
Presiden kedua, Soeharto, diketahui memiliki harta signifikan. Mengutip laporan Time Warner Inc, kekayaan Soeharto diperkirakan mencapai USD 15 miliar.
Tahun 1998, setelah lengser, terdeteksi transfer USD 9 miliar ke bank di Austria, yang diyakini hanya sebagian kecil dari total kekayaan Soeharto selama menjabat.
3. BJ Habibie
Presiden ketiga, BJ Habibie, memiliki kekayaan yang bersumber dari hak paten teknologi dan bisnis keluarga.
Menurut Asia Far Eastern Economic Review, kekayaan BJ Habibie ditaksir mencapai USD 60 juta. Anak-anaknya, Ilham dan Thareq Habibie juga memiliki aset teknologi dengan total kekayaan USD 250 juta.
4. Gus Dur
Berdasarkan laporan LHKPN 2001, Presiden keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memiliki kekayaan Rp 3,49 miliar, yang terdiri dari tanah, bangunan, logam mulia, dan kas.
5. Megawati Soekarnoputri
Presiden kelima, Megawati Soekarnoputri, tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 96,16 miliar berdasarkan LHKPN 2014. Kekayaan ini berasal dari tanah, bangunan, giro, dan surat berharga.
Tag
Berita Terkait
-
Laporan KPK: Kekayaan Gibran Bertambah Rp 395 Juta, Total Kini Rp 27,9 Miliar
-
Kekayaan Donald Trump Meningkat jadi Rp107 Triliun di Tengah Konflik Perang
-
Mendekati Masa Tenggat, KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Segera Laporkan LHKPN
-
Nadiem Sebut Angka Rp6 Triliun di SPT Pajak Adalah Nilai Saham Sejak 2015
-
Harta Kekayaan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang Kena OTT KPK
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya