- Harta Menkeu Purbaya naik dari Rp39,21 M jadi Rp57,47 M dalam 7 bulan menjabat.
- Lonjakan terbesar ada pada Kas dan Setara Kas yang kini mencapai Rp20,67 Miliar.
- Menkeu Purbaya konsisten lapor kekayaan tanpa utang meski aset properti meningkat.
Suara.com - Belum genap satu tahun menduduki kursi bendahara negara, pundi-pundi kekayaan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sudah melonjak tajam.
Pasalnya, dalam kurun waktu sekitar tujuh bulan sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada September lalu, harta mantan Ketua Dewan Komisioner LPS ini melesat signifikan.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan Purbaya per 27 Februari 2026 (Laporan Periodik 2025) kini menembus angka Rp57,47 miliar.
Angka ini menunjukkan lonjakan drastis dibandingkan saat ia pertama kali menjabat. Pada laporan Maret 2025 (ketika masih menjabat di LPS), kekayaan pria lulusan Purdue University ini tercatat 'hanya' sebesar Rp39,21 miliar. Artinya, terjadi kenaikan sekitar Rp18,2 miliar dalam waktu singkat.
Menelisik lebih dalam dokumen LHKPN tersebut, kenaikan paling mencolok terlihat pada komponen Kas dan Setara Kas. Jika pada laporan sebelumnya Purbaya hanya memiliki kas sebesar Rp4,2 miliar, kini angka tersebut meroket menjadi Rp20,67 miliar.
Sementara itu, aset berupa tanah dan bangunan tetap menjadi penyumbang terbesar kekayaannya dengan nilai total Rp31,62 miliar. Aset ini tersebar di beberapa titik premium di Jakarta Selatan, termasuk lahan seluas 1.787 m² yang ditaksir bernilai Rp16 miliar.
Untuk urusan mobilitas, Menkeu yang dikenal dengan gaya bicara "koboi" dan ceplas-ceplos ini mengoleksi sejumlah kendaraan mewah senilai Rp3,6 miliar. Koleksinya mulai dari Mercedes-Benz Sedan (2008), BMW Jeep (2019), Toyota Alphard (2019), hingga Peugeot Jeep New 5008 (2019). Tak hanya roda empat, ia juga tercatat memiliki Yamaha XMAX dan Honda Vario.
Meski hartanya melonjak puluhan miliar, ada satu hal yang konsisten dari profil keuangan sang Menkeu: Purbaya tercatat tidak memiliki utang sepeser pun.
Purbaya sendiri resmi menggantikan posisi Sri Mulyani setelah dilantik pada 8 September lalu. Sosoknya yang merupakan sarjana Teknik Elektro ITB sebelum beralih ke ilmu ekonomi ini, terus menjadi buah bibir publik. Bukan hanya karena gaya kepemimpinannya yang lugas, namun kini juga terkait dengan pertumbuhan aset pribadinya yang melaju kencang di tengah tugas berat mengawal APBN.
Baca Juga: Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang
-
Siapa Penguasa Selat Malaka? Malaysia-Singapura Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal
-
Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah
-
Transaksi Gadai Meningkat Pascalebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas Jadi Sumber Likuiditas
-
Usai Copot Febrio dan Luky, Purbaya Tunjuk Dua Nama Ini Sebagai Penggantinya
-
Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp 803 Miliar di Kuartal 1 2026
-
BCA Bakal Tebar Dividen Tiga Kali di 2026, Simak Jadwalnya
-
Harga Plastik Selangit, Menperin Minta Industri Makanan dan Minuman Pakai Kertas
-
Suku Bunga hingga Ego Pasar: Menakar Napas Baru Industri Properti di Tengah Ketidakpastian
-
Menakar Kemandirian Ekonomi Perempuan RI