Suara.com - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lebih bagus setelah banyak kasus anggota Polri tembak warga sipil hingga tembak sesama anggota.
Penilaian tersebut bertolak belakang dengan kritik dan sorotan negatif yang ada di masyarakat.
"Justru ini membuktikan betapa kinerja Pak Listyo Sigit bagus sekali. Sembilan dari sepuluh (nilainya)," kata Habiburokhman di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Rabu (4/12/2024).
Penilaian itu diberikan usai Polri merespons cepat kasus penembakan polisi terhadap polisi di Sumatera Barat dan kasus polisi tembak siswa SMK di Semarang.
"Dari dua kasus ini, dua-duanya ditindak dengan cepat," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dalam penanganan dua kasus tersebut, Polri langsung menindak para pelaku.
"Pelakunya ditangkap, disidik bukan hanya dalam konteks etik tapi juga dalam konteks pidana. Kami acungi dua jempol untuk polri di bawah Pak Listyo Sigit," katanya.
Sebelumnya, Habiburokhman mengatakan, tak perlu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dipanggil oleh Komisi III untuk dimintai penjelasan terkait beberapa kasus penembakan yang dilakukan anggota Polri.
"Oh nggak, nggak," kata Habiburokhman, Selasa (29/11/2024).
Baca Juga: Polisi Tembak Pelajar SMK di Semarang, Menteri HAM Sebut Korban Siswa yang Baik
Dalam kasus penembakan tersebut, kata dia, pihaknya hanya cukup memanggil Kadiv Propam Polri.
"Kita selesaikan. Jadi kita maunya yang lebih teknis, makanya kadiv propamnya kita panggil ya, kalau Kapolri kan kebijakan secara umum," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026