Suara.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyatakan bahwa siswa SMK yang tewas ditembak anggota Polres Semarang merupakam anak yang baik.
Pernyataan Pigai itu berdasarkan laporan yang diterimanya.
"Staf saya sudah laporkan ke saya dan siswa yang ditembak itu bukan kelompok, ya siswa yang baik," kata Pigai di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/12/2024).
Namun, Pigai belum menjawab lugas saat ditanya siswa yang menjadi korban bagian dari kelompok tawuran. Ia percaya kasus segera diselesaikan.
"Kalau nggak salah laporan yang masuk ke saya belum dan kita percaya saja bahwa proses ini harus diselesaikan karena menyangkut keadilan masyarakat," kata Pigai.
Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman geram mendengar klaim polisi mengenai kematian siswa SMK di Semarang yang tewas ditembak aparatnya disebut sebagai gangster.
Pernyataan siswa SMK yang meninggal diklaim sebagai gangster itu sebelumnya disampaikan Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar.
"Saya dengar memang ada satu orang meninggal, tiga orang terluka, lalu dengan seenaknya diklaim sebagai gangster. Gangster seperti apa?," kata Habiburokhman di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (29/11/2024).
Ia mengaku sependapat, Kapolrestabes Semarang perlu dievaluasi usai peristiwa tersebut. Terlebih, Kapolrestabes Semarang sangat susah dihubungi Habiburokhman.
Baca Juga: Dalami Kasus Polisi Tembak Mati Pelajar SMK, DPR Panggil Kapolrestabes Semarang
"Banyak sekali masyarakat mengatakan bahwa kapolres-nya perlu mendapatkan evaluasi khusus. Kami sependapat juga ya, karena Kapolres-nya ini setelah kejadian saya telpon saja tidak angkat telpon," katanya.
"Bagaimana mungkin kita sebagai pengawas resmi langsung, kita ingin mendapatkan informasi dari kapolres-nya tidak diindahkan oleh si kapolres ini. Padahal, peristiwanya sangat luar biasa," sambungnya.
Habiburokhman juga mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil Kapolres Semarang usai kejadian anggotanya menembak warga sipil hingga meninggal.
"Kami akan memanggil khusus si Kapolres ini pada kesempatan yang secepat-cepatnya," katanya.
Menurutnya, pemanggilan tersebut penting lantaran adanya kasus tersebut bisa merusak citra Polri secara keseluruhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!
-
Bela Prabowo, Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh
-
Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini
-
Bulog Edukasi Masyarakat Kenali Mutu Beras, Pastikan Masyarakat Mendapatkan Informasi Tepat
-
Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon
-
Menteri Ekraf Melihat Langsung Dapur Kreatif Industri Kecantikan di Malang