Suara.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menunda sidang gugatan terhadap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang dilakukan oleh 18 Ketua Umum (Ketum) Kadin Provinsi.
Adapun gugatan tersebut soal pelaksanaan Munaslub Kadin 2024 yang menjadikan Anindya Novyan Bakrie sebagai Ketum Kadin Indonesia.
Diketahui para penggugat merupakan Ketua Umum Kadin Provinsi Jawa Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Bengkulu, Papua Barat Daya, Jawa Timur, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Riau, Kalimantan Timur, Papua, Jambi, Kalimantan Selatan, dan DKI Jakarta.
Sementara pihak tergugat yakni Ketua Panitia Penyelenggara Munaslub 2024, Akbar Himawan Bukhari, Ketua Panitia Pengarah Munaslub 2024 Muhammad Iqbal, Ketua Panitia Pelaksana Munaslub 2024 Bayu Priawan Djokosoetono, dan Ketua Sidang Munaslub 2024 H AM Nurdin Halid. Serta pihak turut tergugat, Anindya Novyan Bakrie.
Kuasa hukum pihak penggugat, Denny Kailimang mengatakan, gugatan tersebut ditunda lantaran secara administratif, para tergugat belum mendaftarkan surat kuasanya.
"Kita sudah daftar surat kuasa penggugat, semuanya sudah terdaftar. Cuma para tergugat ini belum mendaftarkan surat kuasanya. Jadi sidang ditunda untuk tanggal 19 untuk mengkonfirmasi pendaftaran dari para tergugat," kata Denny di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2024).
Denny mengatakan, gugatan tersebut dilayangkan oleh 18 Ketum Kadin Provinsi, karena Munaslub Kadin kemarin tidak sesuai dengan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang tertuang lewat Pasal 18 ayat (1) dan (2) Kepres nomor 18 Tahun 2022.
Sebelumnya, Dewan Pertimbangan dan sejumlah Pengurus Kadin Indonesia menggelar Munaslub Kadin Indonesia, Sabtu (14/9/2024) lalu.
Dari hasil Munaslub tersebut, menyepakati Ketua Dewan Pertimbangan Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2024-2029 untuk menggantikan Arsjad Rasjid.
Baca Juga: Prabowo Gaet Investor Jepang, Haji Isam dan Ketua Kadin Hadir di Istana Negara
Munaslub ini mendapat penolakan dari Dewan Pengurus Kadin, mayoritas Ketua Umum Kadin Daerah, dan ALB karena dinilai menyalahi AD/ART Kadin Indonesia.
Pasca Munaslub Kadin juga sempat menjadi sorotan, lantaran Menara Kadin sempat digeruduk oleh sejumlah orang. Saat itu mereka melakukan penganiayaan terhadap pihak Arsjad Rasjid yang saat itu sedang berada di lokasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT