Suara.com - Nama Nirwan Bakrie menjadi sorotan karena kondisi rumahnya bak istana viral di media sosial. Video ini diunggah oleh akun X @AraituLaki, yang memperlihatkan megahnya rumah Nirwan Bakrie di Senayan.
"Ini mah 8 turunan gak bakal kismin deh kayaknya, giliran tar muncul yang ke sembilan, baru dah rasain tanjakan," tulisnya.
Lantas siapa Nirwan Bakrie yang viral karena punya rumah bak istana? Ini ulasannya.
Nirwan Dermawan Bakrie lahir pada 1 November 1951. Dirinya adalah seorang pengusaha terkemuka asal Indonesia dan merupakan anak ketiga dari Achmad Bakrie, pendiri Bakrie Group.
Ia memiliki dua kakak, yaitu Aburizal Bakrie dan Roosmania Bakrie, serta satu adik, Indra Usmansyah Bakrie. Nirwan menikah dengan Indira Bakrie, yang biasa dipanggil Ike.
Nirwan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jakarta sebelum melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Ia meraih gelar MBA dari University of Southern California.
Setelah kakaknya Aburizal menjabat sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu, Nirwan mengambil alih kepemimpinan Bakrie Group.
Ia juga pernah menjabat sebagai CEO Lapindo Brantas Inc., sebuah perusahaan yang berfokus pada eksplorasi dan produksi minyak dan gas, yang merupakan anak perusahaan dari PT Energi Mega Persada.
Keterlibatan dalam Sepak Bola
Nirwan dikenal sebagai penggemar sepak bola dan aktif dalam organisasi sepak bola Indonesia.
Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI dari tahun 2003 hingga 2011 dan juga sebagai Ketua Badan Liga Indonesia.
Selain itu, ia mendirikan klub sepak bola Pelita Jaya pada tahun 2006, yang kemudian berganti nama menjadi Pelita Purwakarta. Selain itu, ia memiliki saham di klub sepak bola Persija Jakarta.
Sumber Kekayaan
Kekayaan Nirwan Bakrie berasal dari beberapa sumber, antara lain:
- CEO Lapindo Brantas Inc: Memimpin perusahaan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatannya.
- Yayasan Pendidikan Bakrie: Sebagai ketua yayasan ini, ia berperan dalam pengembangan pendidikan di Indonesia.
- Klub Sepak Bola: Kepemilikan saham di Persija Jakarta dan Pelita Jaya menambah pundi-pundi kekayaannya.
Berita Terkait
-
Jam Rolex Prabowo dan Sarapan Aburizal Bakrie Berujung Timnas Indonesia Hancur Lebur
-
Aburizal Bakrie Minta Nia Ramadhani Jangan Gampang Ngambek: Kalau Beda Pendapat, Kalem
-
Connie Bakrie Apakah Termasuk Keluarga Bakrie? Ini Latar Belakangnya
-
Rekam Jejak Aburizal Bakrie: Konglomerat Eks Ketum Golkar, Bangun ANTV hingga PHK Massal Karyawan!
-
Profil Pemilik ANTV, Perusahaan Media yang PHK Massal Karyawan
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya
-
Peta Aceh Harus Digambar Ulang, Desa-Dusun di 7 Kabupaten Hilang Diterjang Bencana
-
Korupsi Mukena dan Sarung Bikin Negara Rugi Rp1,7 M, Pejabat-Anggota DPRD Diseret ke Meja Hijau
-
Ada Menteri Kena Tegur Prabowo di Retret Hambalang?
-
Geger Video Mesum Pasangan Misterius di Pos Polisi Tulungagung, Pelaku Diburu
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Ogah Bicara soal Dugaan Kasih Duit ke Kajari
-
Indonesia Dinominasikan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Apa Syarat Kriterianya?
-
Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra
-
KPK 'Korek' Ketum Hiswana Migas di Pusaran Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Satgas Galapana DPR RI Desak Sinkronisasi Data Huntara di Aceh