Suara.com - Dalam kasus yang baru-baru ini menggemparkan Pengadilan Tinggi Karnataka, seorang wanita mengajukan kasus kekejaman terhadap suaminya, dengan mengklaim bahwa suaminya lebih peduli dengan kucing peliharaan mereka daripada dirinya.
Seorang wanita India dimarahi oleh hakim di Bengaluru karena mengajukan pengaduan kekejaman yang tidak masuk akal terhadap suaminya, di mana ia lebih banyak mengeluh bahwa pria itu lebih memperhatikan kucing peliharaan mereka daripada dirinya.
Hakim M. Nagaprasanna mengamati bahwa tidak ada tuduhan khusus tentang kekejaman atau pelecehan yang dibuat dalam pengaduan tersebut. Sebaliknya, penggugat berfokus pada suami yang lebih peduli pada kucing mereka daripada dirinya, dengan mengklaim bahwa setiap kali dia mengonfrontasinya tentang perilakunya, mereka akhirnya bertengkar dan saling menghina.
Sang istri tampaknya juga mengeluh tentang kucing yang menyerang dan mencakarnya beberapa kali dan sang suami tidak melakukan apa pun tentang hal itu.
"Pengaduan tersebut adalah narasi tentang pernikahan dan kehidupan bersama, tetapi inti dari tuduhan tersebut didasarkan pada pertengkaran tentang kucing peliharaan yang ada di rumah sang suami," kata Hakim Nagaprasanna. “Dugaannya adalah bahwa suami lebih banyak merawat kucing daripada istri.”
“Setiap kali istri menunjukkan hal ini, terjadilah perselisihan di antara keduanya, dan terjadilah pelecehan,” imbuh Hakim saat mendengarkan petisi aneh tersebut minggu lalu. “Itulah yang diceritakan dalam sebagian besar paragraf pengaduan. Oleh karena itu, masalahnya bukan tentang permintaan mahar atau penyerangan atas permintaan mahar atau kekejaman yang dilakukan oleh suami. Masalahnya adalah tentang kucing peliharaan dan kucing yang menyerang atau mencakar istri beberapa kali.”
Setelah mendengarkan petisi yang tidak biasa tersebut, Pengadilan akhirnya menghentikan penyelidikan lebih lanjut terhadap suami tersebut dan memarahi wanita tersebut atas pengaduannya yang tidak masuk akal, seraya menambahkan bahwa petisi semacam inilah yang menyumbat sistem peradilan India.
“Kasus-kasus yang tidak masuk akal seperti itulah yang telah menyumbat sistem peradilan pidana saat ini, dan jika penyelidikan dalam kasus ini diizinkan, itu akan menambah satu kasus lagi ke sistem peradilan yang sudah tersumbat,” kata Pengadilan.
Berita Terkait
-
Selvi Ananda Pakai Gelang Mewah Ratusan Juta Rupiah, Warganet Ngamuk: Bayar PPN 12 Persen Demi Istri Gibran
-
Viral Istri Bersyukur Gaji Suami Rp1 Juta Meski Anak 7, Plot Twist-nya Jadi Trending
-
Purnatugas di KPK, Nawawi Pomolango dan Albertina Ho Promosi Hakim Pengadilan Tinggi
-
Pakai Baju Kodok Dampingi Menteri, Nagita Slavina Tuai Rasa Kecewa: Kurang Elok!
-
Adabnya Tuai Sorotan, Alasan Gus Miftah Larang Istri Bekerja Viral Lagi: Dinafkahi Saja Berani, Apalagi...
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Netanyahu Sudah Tewas? Video Terbaru Memperkuat Penggunaan AI: Ada Keanehan di Isi Kopi
-
Fakta Unik Pulau Kharg Iran, Target Utama Pengeboman Terdahsyat Militer Amerika Serikat
-
Program Pemagangan Nasional Kemnaker Perkuat Keterampilan dan Pengalaman Kerja Peserta
-
Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!