Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menetapkan milisi Houthi Yaman sebagai organisasi teroris global.
Dalam pernyataannya di Gedung Putih, pada Rabu (23/1/2025), Trump mengatakan aktivitas Houthi telah mengancam keamanan warga sipil.
"Aktivitas Houthi mengancam keamanan warga sipil dan personel Amerika di Timur Tengah, keselamatan mitra regional terdekat kita, dan stabilitas perdagangan maritim global," sebut pernyataan tersebut.
Lalu siapa itu Houthi dan bagaimana sepak terjangnya selama ini?
Seperti diketahui, Houthi belakangan ini terlibat di tengah konflik yang terjadi antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Mereka bahkan mengeklaim telah meluncurkan serangan rudal balistik ke selatan ibu kota Tel Aviv dan serangan drone ke Kota Pesisir Ashkelon di Israel pada Jumat (27/9).
Houthi merupakan partai politik dan kelompok milisi asal Yaman. Parpol dan kelompok milisi yang juga dikenal dengan sebutan Ansar Allah (pendukung Tuhan). Kelompok ini menguasai sebagian besar wilayah di Yaman, termasuk ibu kota Sanaa serta beberapa wilayah barat dan utara Yaman yang berbatasan dengan Arab Saudi.
Dilansir Al Jazeera, Houthi resmi didirikan pada 1990-an. Namanya diambil dari nama mendiang sang pendiri, Hussein Badr al-Din al-Houthi. Al-Houthi sendiri merupakan aktivis spiritual Islam Syiah Zaydi sekaligus politikus senior asal Yaman.
Dikutip dari BBC, Houthi kemudian mulai muncul dan melakukan pemberontakan kepada pemerintah Yaman pada awal 2000-an. Pemberontakan tersebut dilakukan untuk menggulingkan rezim Presiden Yaman yang telah lama berkuasa, Ali Abdullah Saleh hingga berhasil mengambil alih ibukota Sanaa.
Hingga 1 dekade perseteruan antara kelompok milisi Houthi dan pemerintah Yaman masih terjadi hingga saat ini. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menyebut perang saudara yang terjadi antara Houthi dan Yaman ini sebagai "krisis kemanusiaan terburuk di dunia".
Pemberontak Houthi menguasai sebagian besar garis pantai Laut Merah, tempat di mana mereka melancarkan serangan terhadap kapal-kapal pelayaran.
PBB juga mengatakan bahwa hampir 1.500 anak-anak yang direkrut oleh Houthi tewas dalam pertempuran pada tahun 2020, dan ratusan lainnya tewas pada tahun berikutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
-
Jenderal Dudung Masuk Kabinet Prabowo Sore Ini? Daftar 6 Orang Reshuffle Menteri
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
Terkini
-
Sah! Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH, Hanif Faisol 'Turun Tahta' Jabat Wamenko
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Target Kemiskinan Ekstrem Nol Persen di 2026 Dinilai Berat, Cak Imin: Waktunya Sangat Sempit!
-
1.200 Personel Amankan Persija vs Persis di GBK Malam Ini: Suporter Dilarang Bawa Flare
-
Polisi Buru Pelaku Pembakaran Sopir Angkot Tanah Abang, Identitas Sudah Dikantongi
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Jumhur Hidayat Dikabarkan Jadi Menteri LH, 'Hadiah' Prabowo Bagi Buruh Jelang May Day?
-
Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Ceritakan Detik-detik Ditelepon Seskab Teddy
-
Dipanggil ke Istana, Dudung Abdurachman Siap Dilantik: Saya Prajurit, Perintah Presiden Harus Siap
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP