Hizbullah berupaya menerapkan "persamaan internal baru" untuk melawan gelombang perubahan yang melanda negara tersebut menyusul kekalahan partai dalam perang, pemilihan Aoun, dan pembentukan pemerintahan baru yang tidak melibatkan menteri-menteri Hizbullah.
Partai tersebut ingin bertindak melawan proyek pembangunan negara, Amine memperingatkan.
Hizbullah berupaya menggalang basis populer Syiahnya karena mereka yakin hal itu menawarkan "perlindungan dan kekebalan," lanjutnya.
Menghasut sentimen sektarian Syiah dan menghabiskan jutaan dolar untuk pemakaman Nasrallah merupakan upaya untuk "menyucikannya" dan mengubah tempat pemakamannya menjadi tempat suci yang mirip dengan tempat pemakaman Syiah di Irak, Suriah, dan Iran, katanya.
Pejabat dari milisi Houthi yang didukung Iran juga menghadiri pemakaman tersebut dan Menteri Informasi di pemerintahan sah Yaman Moammar al-Eryani telah meminta otoritas Lebanon untuk menangkap mereka atas tuduhan kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia.
Mantan Menteri Dr. Rashid Derbas mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa Beirut tidak dapat menangkap mereka tanpa surat perintah, yang tidak mereka miliki.
Berita Terkait
-
Israel Serang Lebanon Selatan saat Pemakaman Pemimpin Hizbullah
-
Lebanon Beri Syarat Mutlak ke Israel, Bebaskan Tahanan dan Tinggalkan Wilayah Pendudukan
-
Gencatan Senjata Palsu? Israel Terus Serang Lebanon Setelah Penarikan
-
Presiden Lebanon Desak Israel Akhiri Pendudukan di Titik yang Tersisa
-
Bukan buat Kaum Mendang-mending, Viral Harga Liang Lahat Pemakaman Al Azhar Memorial Garden Tembus Rp3 M
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura