Suara.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan kesiapannya untuk menerima investasi dari Amerika Serikat dalam pengembangan mineral strategis di Ukraina yang saat ini diduduki Rusia.
Pernyataan ini disampaikan Putin dalam sebuah wawancara televisi setelah rapat kabinet yang membahas sumber daya mineral langka dan tanah jarang Rusia.
Putin menekankan bahwa Rusia siap untuk bekerja sama dengan "mitra asing, termasuk Amerika," dalam mengembangkan cadangan mineral strategis di wilayah Ukraina yang sekarang menjadi bagian dari wilayah baru kami.
Pernyataan ini muncul dalam konteks ketegangan yang terus meningkat di Ukraina, di mana Rusia telah menegaskan dominasinya atas sumber daya strategis di daerah tersebut.
"Mengacu pada wilayah baru kami, kami siap untuk menarik mitra asing untuk berinvestasi, termasuk di Ukraina," kata Putin, sambil menyoroti potensi besar cadangan mineral yang ada di sana.
Dia juga menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan AS telah terlibat dalam diskusi dengan mitra Rusia mengenai proyek-proyek ekonomi yang melibatkan penyelesaian konflik di Ukraina.
Komentar Putin ini datang sebagai respons terhadap tekanan dari pihak Amerika Serikat, di mana Presiden AS, Donald Trump, baru-baru ini mendorong Ukraina untuk menandatangani kesepakatan yang memberikan akses istimewa ke sumber daya mineral berharga di wilayah yang dikuasai Rusia.
Berita Terkait
-
Xi Jinping dan Putin Bahas Perkembangan Terbaru Konflik Ukraina, Ini Isi Pembicaraannya
-
Deelektrifikasi? 8 Ribu Port SPKLU di Gedung Pemerintahan Dimatikan
-
Pejabat Rusia Kunjungi Indonesia untuk Bahas Keamanan dan Pertahanan
-
Pembersihan Brutal USAID Berlanjut: 2.000 Karyawan Terdampak, Serikat Pekerja Meradang
-
James Carville Prediksi Pemerintahan Trump Akan Runtuh dalam Enam Minggu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT