Suara.com - Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit pada hari Rabu mengutuk serangan udara dan serangan darat Israel di Suriah sebagai "provokasi yang sembrono dan eskalasi yang memanfaatkan peluang transisi politik di Suriah untuk membangun realitas yang ilegal dan tidak sah."
Ia menyerukan kepada masyarakat internasional "untuk mengambil posisi yang jelas untuk mengutuk agresi yang tidak dapat dibenarkan ini yang bertujuan untuk memicu ketegangan di kawasan tersebut dan menghambat transisi politik di Suriah."
Sejak jatuhnya mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad, Israel secara teratur melancarkan serangan udara ke lokasi militer di Suriah dan pasukan Israel bergerak ke wilayah di Suriah selatan yang berdekatan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel dan telah menjelaskan bahwa mereka berencana untuk tinggal tanpa batas waktu, dengan alasan masalah keamanan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa Israel tidak akan mengizinkan tentara baru Suriah untuk "memasuki wilayah selatan Damaskus."
Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah sementara Suriah, yang dipimpin oleh anggota kelompok oposisi terdahulu Hayat Tahrir al-Sham, atas komentar Netanyahu, tetapi pejabat Suriah telah meminta Israel untuk menarik diri dari wilayah yang telah direbutnya sejak jatuhnya Assad.
Berita Terkait
-
Uniknya Keluarga Mzee Ernesto: Punya 16 Istri, 100 Anak dan 144 Cucu Yang Hidup di Desa Kecil
-
Wanita Kulit Putih Tempuh Jalur Hukum Usai Lahirkan Bayi Kulit Hitam
-
Tegas! PM Grenada Tuntut Ganti Rugi Perbudakan dari Eropa di Depan Presiden Komisi Eropa
-
Isu Poligami dalam Film Pintu-Pintu Surga: Solusi, Cinta, atau Ujian?
-
Sosok Muhsin Hendricks, Imam Masjid Gay Pertama di Dunia yang Ditembak Mati di Afrika Selatan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan
-
BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa
-
Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas