Suara.com - Program mudik gratis yang digelar oleh berbagai kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah untuk Lebaran tahun ini bakal menggunakan satu aplikasi terintegrasi. Langkah ini diambil untuk menghindari terjadinya pendaftaran ganda yang bisa mengganggu kelancaran distribusi kuota dan pemanfaatan armada bus.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengungkapkan hal tersebut setelah mengadakan rapat koordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/3/2025).
"Kami berkoordinasi supaya bus-bus yang digunakan dapat termanfaatkan secara maksimal, jadi tidak ada bus kosong karena ada masyarakat kita yang daftar double," ujar Dudy.
Dudy menjelaskan, untuk mencegah pendaftar ganda, pihaknya akan memperkenalkan satu aplikasi yang digunakan oleh semua penyelenggara program mudik gratis.
"Kami coba masukkan dalam satu program. Nanti dari Kemenhub akan memperkenalkan satu aplikasi untuk para penyelenggara. Sehingga itu bisa dibuat untuk double check pemudik yang melakukan prosedur pemesanan," terangnya.
Pada tahun sebelumnya, tercatat banyak masyarakat yang mendaftar mudik gratis ke beberapa penyelenggara sekaligus. Akibatnya, kuota yang tercatat tidak terpakai sepenuhnya dan banyak bus yang berangkat dengan bangku kosong.
"Ini yang kami hindari. Jadi, memanfaatkan semaksimal mungkin semua program mudik gratis yang dilakukan oleh kementerian, pemerintah daerah, maupun lembaga. Begitu juga swasta," tambah Dudy.
"Karena biasanya pemesanan kan menyampaikan identitas, inilah yang kita koordinasikan, kita sinkronkan, sehingga tidak ada doubel pendaftaran," tutupnya.
Baca Juga: Rakyat jadi Korban BBM Oplosan, Eks Penyidik KPK Sebut Tersangka Riva Siahaan dkk Bisa Dihukum Mati
Berita Terkait
-
Tok! Pemerintah Kasih Diskon Tiket Pesawat Domestik 14 Persen Selama Dua Minggu
-
Rakyat jadi Korban BBM Oplosan, Eks Penyidik KPK Sebut Tersangka Riva Siahaan dkk Bisa Dihukum Mati
-
Rocky Gerung: Prabowo Mulai Diisolasi, Cawe-cawe Jokowi Masih Kuat di Kabinet
-
Tampangnya Viral usai Bikin Konsumen Pertamax Sakit Hati, Muncul Video Editan Riva Siahaan Minum Cairan "Pertalite"
-
Doa di Depan Kakbah, Viral Jemaah Umrah Sumpahi 'Tukang Oplos BBM' Riva Siahaan: Cabut Semuanya Ya Allah, Mati Lu!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT