Suara.com - Dua warga Palestina tewas dalam serangan pesawat nirawak Israel di wilayah tengah Rafah di Jalur Gaza selatan, kata petugas medis dan media Hamas pada hari Senin.
Israel menghadapi kritik tajam karena menghentikan masuknya semua makanan dan pasokan lainnya ke Gaza pada hari Minggu dan memperingatkan "konsekuensi tambahan" bagi Hamas jika gencatan senjata yang rapuh tidak diperpanjang.
Mediator Mesir dan Qatar menuduh Israel melanggar hukum humaniter dengan menggunakan kelaparan sebagai senjata.
Tahap pertama gencatan senjata menyaksikan lonjakan bantuan kemanusiaan setelah berbulan-bulan kelaparan meningkat.
Hamas menuduh Israel mencoba menggagalkan tahap berikutnya pada hari Minggu beberapa jam setelah tahap pertama berakhir dan menyebut keputusan Israel untuk menghentikan bantuan sebagai "kejahatan perang dan serangan terang-terangan" terhadap gencatan senjata yang membutuhkan negosiasi selama setahun sebelum berlaku pada bulan Januari.
Pada tahap kedua, Hamas akan membebaskan puluhan sandera yang tersisa sebagai imbalan atas penarikan pasukan Israel dari Gaza dan gencatan senjata yang langgeng.
Negosiasi pada tahap kedua dimaksudkan untuk dimulai sebulan yang lalu tetapi belum dimulai.
Berita Terkait
-
Prancis dan Inggris Usulkan Gencatan Senjata Satu Bulan di Ukraina
-
Menang Oscar, Kreator No Other Land Desak untuk Hentikan Serangan Genosida ke Palestina
-
Arab Saudi Kecam Israel atas Pemblokiran Bantuan ke Gaza
-
Arab Saudi Kecam Israel atas Pemblokiran Bantuan ke Gaza, Sebut sebagai Pemerasan
-
Pemimpin Houthi Bongkar Pelanggaran Israel dan Konspirasi AS di Timur Tengah
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN