Suara.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan bahwa Prancis dan Inggris telah mengusulkan gencatan senjata selama satu bulan di Ukraina, mencakup wilayah udara, laut, dan infrastruktur energi. Pernyataan ini disampaikan setelah pembicaraan krisis yang berlangsung di London pada Minggu (3/3).
Dalam wawancara dengan surat kabar Prancis, Le Figaro, Macron menjelaskan bahwa gencatan senjata ini, setidaknya pada tahap awal, tidak akan mencakup pertempuran darat. Ia juga mengakui bahwa akan sangat sulit untuk memastikan kepatuhan terhadap kesepakatan ini mengingat luasnya garis depan konflik.
Selain itu, Macron menyatakan bahwa pasukan penjaga perdamaian akan dikerahkan pada tahap selanjutnya. Namun, ia menegaskan bahwa tidak akan ada pasukan Eropa yang ditempatkan di wilayah Ukraina dalam beberapa minggu mendatang.
Macron juga menyoroti pentingnya peningkatan anggaran pertahanan di negara-negara Eropa, dengan mengusulkan kenaikan antara 3,0 hingga 3,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Langkah ini dianggap sebagai respons terhadap perubahan kebijakan pertahanan Amerika Serikat serta meningkatnya militerisasi Rusia.
"Selama tiga tahun terakhir, Rusia telah mengalokasikan 10 persen dari PDB mereka untuk sektor pertahanan. Oleh karena itu, kita harus bersiap untuk menghadapi apa yang akan terjadi selanjutnya," ujar Macron.
Dalam wawancara terpisah dengan surat kabar Il Foglio dari Milan, Macron juga menekankan pentingnya peran Italia dalam menyelesaikan konflik di Ukraina. Ia menegaskan bahwa Eropa membutuhkan Italia yang kuat untuk bekerja sama dengan Prancis dan Jerman dalam upaya diplomatik.
Namun, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni tampaknya mengesampingkan kemungkinan negaranya berkontribusi dalam pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina. Dalam pernyataannya pada pembicaraan krisis hari Minggu, Meloni menegaskan bahwa opsi tersebut "tidak pernah ada dalam agenda."
"Kita membutuhkan Italia, Italia yang kuat, yang bekerja berdampingan dengan Prancis dan Jerman dalam kerja sama antarnegara besar," kata Macron, seperti dikutip dalam terjemahan wawancaranya yang diterbitkan dalam bahasa Italia.
Usulan gencatan senjata ini menjadi salah satu upaya terbaru dari negara-negara Eropa dalam mencari solusi diplomatik untuk konflik yang telah berlangsung sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Namun, efektivitas dan penerimaan usulan ini oleh pihak yang bertikai masih menjadi tanda tanya di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang.
Baca Juga: Zelenskyy Klaim Tidak Mudah untuk Menggantikannya Menjadi Presiden Ukraina
Berita Terkait
-
Zelenskyy Klaim Tidak Mudah untuk Menggantikannya Menjadi Presiden Ukraina
-
Inggris Guyur Ukraina Rp30 Triliun untuk Rudal
-
Rusia Ejek Zelenskyy Usai Perdebatan Sengit dengan Donald Trump: Babi Kurang Ajar!
-
Ternyata Zelenskyy Sudah Diperingatkan Agar Tak Mudah Terpancing Sebelum Debat Sengit dengan Trump
-
Penasihat Trump Sebut AS Butuh Pemimpin Ukraina yang Siap Berdamai dengan Rusia
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno