Suara.com - Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud MD mengaku geram dengan pelaku-pelaku koruptor di Indonesia.
Pria yang juga pernah menjabat sebagai menko polhukam ini sampai berandai-andai menjadi seorang presiden, Mahfud MD mengatakan bahwa ia bercita-cita akan membangun sebuah kebun koruptor.
“Kalau saya jadi presiden, saya akan membuat kebun koruptor,” ujar Mahfud, dikutip dari youtube Rhenald Kasali, Senin (24/3/25).
“Bukan kebun Binatang, tapi kebun koruptor,” tambahnya.
Sehingga, posisi kebun Binatang yang ada digantikan dengan kebun koruptor.
Mahfud menjelaskan bahwa para koruptor itu diletakkan di suatu tempat rekreasi yang bisa dilempar pisang hingga roti setiap harinya oleh pengunjung bak binatang.
“Dimana korupsi itu diletakkan di suatu tempat rekreasi, lalu tiap hari minggu anak sekolah lemparin pisang, lemparin kacang, roti gitu kayak di kebun binatang,” ucapnya.
Mahfud mengaku semakin dibuat kesal dengan berbagai hal yang berbau korupsi kini justru ditutup-tutupi.
Kesan tersebut akhirnya membuat semua permasalahan seolah berhenti di tengah jalan tanpa ada kepastian.
Baca Juga: Ceramah di Depan Pemerintah, Ustaz Adi Hidayat Sentil Menkeu sampai Presiden
“Bisa selesai nggak semua ini? Kok semua belok di tengah jalan, diungkap belok di tengah jalan, diungkap belok di tengah jalan,” ungkapnya.
“Maaf sekarang kan ditutup-tutup gitu kan ya, kasus ini ditutup ini, jadi saling tutup,” sambungnya.
Penjara Koruptor Menakutkan Ala Prabowo
Berbeda dengan Mahfud yang ingin membuat kebun koruptor, Presiden Prabowo Subianto justru berencana membuat penjara koruptor yang menakutkan.
Belakangan ini, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya ingin membuat penjara bagi koruptor di sebuah pulau.
Tahanan-tahanan tersebut nantinya memiliki sistem keamanan yang sangat ketat.
Pasalnya, menurut Presiden Prabowo, sel tahanan menjadi efek jera bagi para koruptor.
“Saya juga akan sisihkan dana buat penjara di suatu tempat yang terpencil,” ucap Presiden Prabowo, saat di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kamis (13/3/25).
Presiden Prabowo mengatakan bahwa tempat terpencil menjadi pilihan tepat, agar para koruptor tidak bisa keluar.
Bahkan, sedikit saja bergerak untuk keluar mereka akan dilahap oleh hiu.
“Kita akan cari pulau kalau mereka keluar biar ketemu sama hiu,” tambah Presiden Prabowo.
Meskipun Indonesia sudah memiliki Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin di Bandung sebagai penjara khusus bagi koruptor, Presiden Prabowo menilai langkah tersebut belum cukup efektif.
Presiden Prabowo mengaku tidak akan takut dengan para koruptor. Pihaknya siap mati demi membela negara Indonesia dari para koruptor.
Presiden Prabowo tidak akan membiarkan para koruptor tetap menyengsarakan rakyat. Sehingga dia memastikan tidak akan membiarkan kebocoran anggaran terus terjadi.
Dengan realita yang menunjukkan bahwa korupsi masih tetap ada di Indonesia, Presiden Prabowo bersikeras akan mengusir dan tidak membiarkan para koruptor ada di Indonesia.
Bahkan, Presiden Prabowo mengaku sudah sejak awal bertekad menjalani mandat sebagai presiden dengan memberantas korupsi.
Menurutnya, negara yang berhasil adalah negara yang terhindar dan bersih dari adanya korupsi.
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setuju dan mendukung rencana Presiden Prabowo.
Hal ini diungkap oleh Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak.
Nantinya, para pelaku korupsi diminta untuk berkebun memenuhi kebutuhan makanan para tahanan yang ada disana.
Menurutnya, para pelaku korupsi yang ditahan di pulau terpencil itu hanya cukup disediakan alat pertanian saja dan tidak perlu disediakan makanan.
Tanak berpendapat agar para hukuman pelaku koruptor ini bisa diperberat, agar menjadi contoh kepada pejabat dan para calon pelaku lain.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Jakarta Catat 6 Suspek Hantavirus, Aktivitas Bersih-Bersih Rumah Bisa Jadi Pemicu Paparan
-
Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5
-
Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi
-
Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?
-
Pramono Anung Pasang Mata di Seluruh Jakarta, Tawuran dan Kriminalitas Diburu CCTV
-
Batal Diperiksa Hari Ini untuk Kasus Haji, Muhadjir Effendy Minta KPK Tunda Jadwal Pemeriksaan
-
DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat
-
Prabowo Serahkan Alpalhankam Generasi Baru ke TNI AU: Ada Jet Tempur Rafale hingga Radar Canggih
-
Isu Kompor hingga Sepatu Sekolah Rakyat Digoreng, Gus Ipul: Kemensos Babak Belur di Medsos
-
Gus Ipul Ingatkan Pegawai Kemensos: Korupsi Besar Berawal dari 'Ah, Ini Biasa'