Gelar ini semakin memperdalam keahliannya dalam kebijakan ekonomi makro dan mikro, regulasi pasar keuangan, sekaligus strategi investasi global.
Dengan kombinasi keilmuan di bidang ekonomi, keuangan, dan akuntansi, Ali memiliki perspektif yang luas dalam membaca dinamika pasar sekaligus mengambil keputusan strategis.
Ali Setiawan memiliki pengalaman panjang di industri perbankan, keuangan, serta investasi, dengan rekam jejak yang mencerminkan keahliannya dalam mengelola pasar global, investasi, sekaligus strategi treasury.
Karier profesionalnya dimulai di National Australia Bank pada tahun 1999, di mana ia menjabat sebagai Assistant Manager, Corporate Credit and Lending Analyst.
Dalam peran ini, Ali bertanggung jawab menganalisis kredit korporasi sekaligus menilai kelayakan pinjaman yang memberikan pengalaman dalam memahami manajemen risiko keuangan.
Pada tahun yang sama, ia bergabung dengan Citibank sebagai Senior Citigold Executive di divisi asuransi dan investasi.
Ali berfokus pada pengelolaan portofolio investasi nasabah nan sudah premium, memberikan solusi keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu dan institusi.
Keahliannya dalam perencanaan keuangan semakin berkembang ketika ia beralih ke Citicorp Investments pada 2001 menjabat sebagai Financial Planner.
Setelah membangun pengalaman dalam manajemen investasi dan keuangan pribadi, Ali bergabung dengan Bank DBS Indonesia pada 2003 dengan jabatan di Corporate and Structured Product, Advisory, Treasury and Markets.
Baca Juga: Profil Arief Budiman, Sosok di Balik Restrukturisasi BUMN Kini Pimpin Keuangan Danantara
Ia memperdalam pemahamannya tentang instrumen keuangan yang lebih kompleks, termasuk produk-produk treasury.
Pada 2004, Ali dipercaya menjadi Head of Financial Institutions and Derivatives Global Market di ABN AMRO BANK, di mana ia mengelola hubungan dengan institusi keuangan global sekaligus mengembangkan strategi untuk klien korporasi.
Kesuksesannya di ABN AMRO membawanya ke HSBC Indonesia pada 2007, di mana ia menjabat sebagai Head of Global Markets Sales.
Dalam posisi ini, Ali bertanggung jawab atas strategi penjualan di pasar global, mencakup instrumen keuangan seperti obligasi, valuta asing, serta lainnya.
Kepemimpinannya yang solid membuatnya naik jabatan pada 2011 menjadi Managing Director, Head of Global Markets and Securities Services di HSBC Indonesia.
Dalam peran ini, Ali tidak hanya mengawasi operasional namun strategi bisnis di pasar global, mengelola layanan sekuritas untuk klien institusional.
Berita Terkait
-
Profil Arief Budiman, Sosok di Balik Restrukturisasi BUMN Kini Pimpin Keuangan Danantara
-
Profil Lieng Seng Wee: Pakar Risiko Dunia, Jadi Managing Director Danantara
-
Bocoran Nama-nama Direksi Mandiri yang Dirombak
-
Danantara Dongkrak IHSG, Rosan: Sejalan Arahan Presiden Prabowo
-
Pandu Sjahrir Beberkan Arah Investasi yang Didanai Danantara
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok