Suara.com - Tanpa terasa, bulan Ramadhan yang penuh berkah telah berlalu, meninggalkan jejak keimanan dan ketakwaan di hati umat Islam.
Setelah sebulan penuh menahan diri dari lapar, dahaga, dan hawa nafsu, kini tibalah saatnya merayakan kemenangan dengan penuh suka cita dalam perayaan Idul Fitri.
Sejak subuh, kaum Muslimin dan Muslimat berbondong-bondong menuju masjid dan lapangan terbuka, mengenakan pakaian terbaik mereka untuk menunaikan shalat Idul Fitri secara berjamaah.
Anak-anak tersenyum ceria dalam balutan busana baru, sementara para orang tua tampak khusyuk, penuh harap agar amal ibadah mereka selama Ramadhan diterima oleh Allah SWT.
Ucapan “Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim” terhampar di berbagai media, terpampang di pamflet, media sosial, hingga spanduk di pinggir jalan.
Lebaran bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi.
Jabat tangan dan pelukan hangat menjadi simbol kebersamaan, menghapus kesalahan di masa lalu dan membuka lembaran baru yang lebih baik.
Suasana bahagia kian terasa saat keluarga berkumpul, menyantap hidangan khas Lebaran, dari ketupat dan opor ayam hingga aneka kue kering yang tersaji di meja.
Anak-anak menerima angpau dari orang tua dan kerabat sebagai bentuk kasih sayang dan doa keberkahan.
Baca Juga: Saat Lebaran, Minta Maaf ke Orang Tua atau Pasangan Dulu? Ini Kata Habib Jafar
Lebaran bukan sekadar momen perayaan, tetapi juga waktu untuk merefleksikan diri, menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama Ramadhan, dan membawa semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Shalat sunnah yang dilakukan pada hari raya Fitri, dalam Islam dikenal sebagai penutup dan ungkapan syukur atas selesainya ibadah puasa yang dilakukan selama satu bulan penuh, sebagaimana shalat sunnah Idul Adha sebagai penutup dan ungkapan syukur atas dilaksanakannya ibadah Haji.
Hari raya Idul Fitri merupakan suatu perayaan yang dilakukan umat Islam atas kemenangannya menahan diri dari makan dan minum serta menjauhi dari berbagai pekerjaan yang bisa mencederai pahala puasa Ramadan sebulan penuh.
Sejarah Asal Usul Hari Raya Idul Fitri
Sejarah hari raya Idul Fitri tidak bisa lepas dari dua peristiwa, yaitu peristiwa perang badar dan hari raya masyarakat jahiliyah.
Pertama, awal mula dilaksanakannya hari raya Idul Fitri pada tahun ke-2 Hijriah.
Berita Terkait
-
Saat Lebaran, Minta Maaf ke Orang Tua atau Pasangan Dulu? Ini Kata Habib Jafar
-
Jadwal Sholat Idul Fitri 2025 Jam Berapa? Ini Waktu Mulai, Niat, Tata Cara dan Amalan Sunnah
-
Kadishub DKI Catat Ribuan Pemudik Tinggalkan Jakarta pada H-2 Hari Lebaran Idul Fitri
-
Bella Shofie Alami Ujian yang Bikin Sedih Jelang Idul Fitri, Ada Kaitannya dengan Shella Saukia?
-
Hindari Makanan Ini Saat Lebaran Jika Punya Kolesterol Tinggi
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua
-
Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya