Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen PMI dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana tanpa melihat batas wilayah.
“PMI terus berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan, baik di dalam maupun luar negeri. Bantuan ini adalah wujud solidaritas Indonesia untuk saudara-saudara kita di Myanmar yang tengah menghadapi situasi sulit akibat gempa bumi,” ujar Jusuf Kalla.
Selain pengiriman bantuan barang, PMI juga berencana mengirimkan personel kemanusiaan.
Termasuk Tim WATSAN (Water and Sanitation) serta tenaga bantuan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Pengiriman personel ini akan dikoordinasikan bersama Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, serta Palang Merah Myanmar.
Rekening Kemanusiaan untuk Donasi
Sebagai bentuk kepedulian, PMI juga membuka penggalangan dana bagi masyarakat yang ingin turut serta membantu korban gempa di Myanmar.
Donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi PMI sebagai berikut:
- Bank Rakyat Indonesia (BRI):0390-01-000318-30-3 atas nama Palang Merah Indonesia
- Bank Central Asia (BCA): 206-3003344 atas nama Kantor Pusat PMI
- Bank Mandiri: 070-00-17172011 atas nama Palang Merah Indonesia
Baca Juga: Bantu Korban Gempa Myanmar, Menlu Bakal Kirim Bantuan Besok
PMI berharap bantuan ini dapat meringankan penderitaan masyarakat Myanmar yang terdampak gempa.
Serta mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama memberikan dukungan bagi mereka yang membutuhkan.
Korban Warga Muslim
Sekitar 700 warga Muslim dilaporkan berada di antara ribuan orang yang tewas akibat gempa besar bermagnitudo 7,7 di Myanmar pada Jumat (28/3) lalu, demikian menurut organisasi Islam setempat.
Gempa tersebut mengguncang Myanmar pada Jumat siang, bertepatan dengan waktu Shalat Jumat.
Ketika warga Muslim Myanmar yang bukan berasal dari etnis Rohingya berhimpun di masjid-masjid.
The Irrawaddy, situs media yang dijalankan eksil Myanmar di Thailand, melaporkan pada Senin bahwa 60 masjid di Mandalay dan Sagaing, wilayah yang terdampak paling parah akibat gempa, hancur.
Mengutip informasi dari organisasi Islam Spring Revolution Myanmar Muslim Network, The Irrawaddy menyebut sebagian besar masjid yang runtuh akibat gempa dibangun pada abad ke-19.
Selain di Mandalay dan Sagaing, masjid-masjid di kawasan Naypyitaw, Pyinmana, Pyawbwe, Yamethin, Thazi, Meiktila, Kyaukse, dan Paleik, juga dilaporkan mengalami kerusakan.
“Kami memperkirakan jumlah korban akan tinggi karena gempa bumi melanda saat Shalat Jumat, dan terlebih saat itu masih bulan Ramadhan. Kami belum punya jumlah yang pasti, tapi kami tahu jumlahnya mencapai ratusan,” kata Ko Shaki, sebagaimana laporan media itu.
Sekurangnya 18 masjid di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, rusak, ucap dia, sembari menambahkan bahwa masjid-masjid berusia ratusan tahun tersebut sama sekali belum pernah direnovasi.
“Kami tidak diizinkan melakukan perbaikan dan pemeliharaan masjid di masa pemerintahan terdahulu,” tutur Ko Shaki.
Dia juga menyoroti adanya andil kelompok ultranasionalis yang dibekingi militer Myanmar, Asosiasi Perlindungan Ras dan Agama (Ma Ba Tha), dalam menghasut sentimen anti-masjid di negara itu.
Pada 2017, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan soal memburuknya kondisi masjid-masjid bersejarah di Myanmar dan menyoroti adanya penolakan atas pemeliharaan rutin masjid.
Meski mencantumkan jumlah biara yang rusak dalam laporan dampak gempa, junta Myanmar sama sekali tidak menuliskan masjid pada daftar tersebut.
Dilaporkan juga bahwa tim penyelamat yang diterjunkan junta Myanmar tidak melakukan operasi penyelamatan di masjid-masjid yang runtuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis