Suara.com - Kebijakan Amerika Serikat yang memberlakukan reciprocal tarrif atau tarif resiprokal dengan bea masuk 32 persen untuk produk asal Indonesia disebut akan menekan sektor usaha padat karya, khususnya yang pakaian dan aksesoris serta kelompok mebel, furnitur, dan perabotan.
Tak hanya itu, komoditas utama lain yang terkena imbas paling besar, meliputi produk olahan dari daging, ikan, crustacea (kelompok udang-udangan) dan moluska atau hewan bertubuh lunak semacam siput dan cumi-cumi.
Menurut pengamatan dari Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center Christiantoko, kebijakan tarif Amerika itu menimbulkan risiko yang cukup signifikan bagi Indonesia, karena memukul industri padat karya.
Berdasarkan hasil riset NEXT Indonesia, tiga komoditas dari sektor usaha padat karya yang paling terpukul, yakni pakaian dan aksesori, mebel, serta furniture dan perabotan.
"Secara keseluruhan, nilai ekspor tiga komoditas tersebut ke Amerika Serikat pada 2024 mencapai US$6,0 miliar. Adapun nilainya selama periode 2020-2024 mencapai US$30,4 miliar," ucap Christiantoko dalam keterangannya, Jumat (4/4/2025).
Alasan sektor-sektor tersebut paling terpukul, Christiantoko menguraikan bahwa sepanjang periode 2020-2024, Amerika Serikat menyerap lebih dari separuh dari total ekspor tiga komoditas asal Indonesia tersebut yang dikirim ke seluruh dunia.
Untuk pakaian dan aksesorinya rajutan, misalnya, yang diserap pasar Amerika mencapai 60,5 persen atau senilai US$12,2 miliar selama lima tahun tersebut.
Sementara daya serap Amerika Serikat untuk komoditas pakaian dan aksesori yang bukan rajutan asal Indonesia, sepanjang lima tahun di periode yang sama, nilainya US$10,7 miliar atau 50,5 persen dari total ekspor Indonesia ke dunia.
Begitu pun dengan komoditas mebel, furnitur dan perabotan, Amerika menyerap 58,2 persen atau sekitar US$7,5 miliar.
Baca Juga: INDEF Sarankan Pemerintah Harus Negosiasi Dagang Lawan Tarif Trump
"Jadi kalau pengiriman ke Amerika Serikat terhambat gara-gara tarif, ekspor komoditas-komoditas tersebut bisa terganggu atau bahkan mungkin tumbang. Sebab lebih dari separuh produk-produk tersebut diserap oleh pasar Amerika,” imbuhnya.
Dampak lanjutannya, yakni terletak pada keamanan tenaga kerja di sektor tekstil dan produk tekstil yang jumlahnya lebih dari 3 juta orang.
“Ini masalah serius yang harus dipikirkan oleh pemerintah, apalagi saat ini sedang ramai-ramainya informasi tentang PHK,” paparnya.
Produk Laut dan Olahan
Selain tiga komoditas utama tersebut yang sebagian besar penjualan ekspornya diserap oleh pasar Amerika, produk lainnya juga terancam, seperti olahan dari daging, ikan, crustacea dan moluska.
Sepanjang 2020-2024, pasar Amerika menyerap US$4,3 miliar atau 60,2 persen dari total ekspor Indonesia untuk komoditas tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir