"Lebih dari 13 juta orang saat ini berada dalam status Pengawasan Tornado dari NWS, dengan beberapa peringatan tornado yang masih berlaku," demikian bunyi pernyataan NWS melalui media sosial X.
NWS telah mengeluarkan setidaknya 24 peringatan tornado dan meminta penduduk untuk segera mencari tempat berlindung.
"Ini adalah kejadian cuaca yang sangat serius," lanjut pernyataan NWS. "Jika wilayah Anda termasuk dalam status waspada, sangat penting untuk segera mengetahui lokasi tempat perlindungan yang aman jika peringatan tornado dikeluarkan."
Keadaan darurat tornado telah diumumkan di beberapa negara bagian, termasuk Arkansas, Illinois, Indiana, Kentucky, Mississippi, Missouri, Ohio, Tennessee, dan Texas.
"Tornado, angin kencang yang sangat kuat, dan hujan es besar mungkin terjadi di area luas dari Texas utara hingga bagian selatan Danau-Danau Besar," kata NWS, sambil memperingatkan bahwa sistem badai ini juga berpotensi menyebabkan banjir bandang besar yang mengancam jiwa hingga Sabtu.
Para ahli cuaca memprediksi curah hujan lebih dari 30 cm dapat terjadi di wilayah yang paling terdampak di beberapa negara bagian Amerika Serikat dalam empat hari ke depan.
Mereka menyebutnya sebagai peristiwa banjir yang "terjadi sekali dalam satu generasi hingga seumur hidup," dengan potensi curah hujan yang mencapai rekor tertinggi dalam sejarah kebencanaan Amerika Serikat.
Berita Terkait
-
Respons Tarif Baru Donald Trump, Pemerintah Indonesia Kirim Tim Lobi Tingkat Tinggi
-
Respons Tarif Baru Donald Trump ke RI, Ketua Banggar DPR Sarankan Hal Ini ke Pemerintahan Prabowo
-
Indef: Pemerintah Harus Segera Isi Pos Dubes RI di AS untuk Hadapi Kebijakan Baru Trump
-
Indonesia Diminta Mendekat ke BRICS Pasca Trump Umumkan Tarif Impor AS
-
Ekspor Bisa Turun dan Berujung Badai PHK, Hanif Dhakiri: Tarif AS Alarm Serius, Pemerintah Harus...
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT