Suara.com - Weton dan pindah rumah bagi masyarakat adat Jawa diyakini harus sesuai.
Menurut Primbon Jawa, keyakinan dan jadwal pindah rumah yang baik harus diketahui berdasarkan wetonnya.
Orang Jawa sampai saat ini masih memiliki budaya Jawa yang kental, oleh sebab itu pindah rumah tidak bisa dilakukan pada sembarang hari.
Ada perhitungan hari baik saat pindah rumah menurut Primbon Jawa.
Kendati agak sulit namun bukan berarti tak bisa dihitung sendiri.
Inilah cara menghitung weton untuk pindah rumah menurut Primbon Jawa.
Perhitungannya menggunakan metode catursuda atau pancasuda.
Dikutip dari Evermos, Primbon merupakan kitab warisan dari leluhur di Jawa yang mengacu pada hubungan kehidupan manusia dengan alam semesta.
Sedangkan weton jawa adalah arti dari hari kelahiran seseorang.
Baca Juga: 10 Weton yang Dipercaya Mendapatkan Banyak Rezeki di Bulan Ramadhan
Hari baik dan kelahiran orang dalam rumah tersebut akan mempengaruhi rezeki penghuninya.
Inilah cara menentukan hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa :
1. Hitung Neptu Tanggal Lahir Setiap Penghuninya
Neptu lahir merupakan nilai maupun jumlah hari lahir kalender Jawa dan kalender masehi.
Apabila kamu akan pindah rumah bersama anggota keluarga lainnya, maka kamu perlu menghitung neptu setiap anggota yang akan pindah.
Demikian halnya saat hendak pindah rumah dengan pasangan, ataupun teman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel