Suara.com - Biasanya, pencuri motor menyasar kendaraan pribadi yang terparkir sembarangan. Tapi yang ini lain cerita.
Di Serang, Banten, sebuah komplotan curanmor nekat mencuri motor dinas polisi yang sedang parkir rapi di halaman masjid.
Ya, kamu nggak salah baca—motor dinas polisi.
Kejadiannya berlangsung pada Senin (31/3) di Masjid Jami Babussalam, Kabupaten Serang.
Motor milik seorang Bhabinkamtibmas —polisi yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di desa— sedang diparkir ketika sang pemilik ikut Shalat Subuh keliling.
Tapi saat doa selesai dan kembali ke parkiran, motornya sudah raib entah ke mana.
Yang bikin geleng-geleng kepala, ternyata motif pencurian ini bukan semata-mata ekonomi, tapi karena... dendam.
Balas Dendam ala Jalanan
Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, mengungkapkan bahwa pelaku utama berinisial AC (20 tahun) mengaku nekat mencuri motor dinas karena kesal.
Baca Juga: Cukup dari Rumah! Begini Cara Bayar Pajak Motor Online Lewat HP
Beberapa temannya ditangkap oleh polisi Serang dan sedang menjalani hukuman. Jadi, dalam pikirannya, mencuri motor polisi adalah bentuk pembalasan.
"Motifnya terbilang unik. Pelaku kesal karena teman-temannya ditangkap anggota Polres Serang," ujar AKBP Condro.
AC tak sendiri. Ia dibantu rekannya, SA (28 tahun). Setelah motor berhasil dicuri, mereka mencopot dan membuang plat nomor dinas.
Motor itu lalu dijual ke seseorang berinisial T (32 tahun) seharga Rp3,5 juta.
Kebayang dong, motor dinas resmi, harga jual cuma 3,5 juta? Tapi tunggu dulu, uang hasil penjualan motor itu pun bukannya digunakan untuk kebutuhan hidup.
Menurut pengakuan pelaku, uangnya malah dipakai buat beli narkoba.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
Terkini
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Ustaz Khalid dan PIHK Lain di Tengah Kisruh Pembagian Kuota Haji
-
Evaluasi Pengentasan & Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Menteri Rini: Akselerasi Dukungan PANRB
-
Jerit Orang Tua Korban Daycare Little Aresha: Anak Diikat, Stunting, hingga Dugaan Kekerasan Seksual
-
Pastikan Hunian Layak, Mendagri Bersama Menteri PKP Tinjau Perumahan di Sorong
-
Kasus Andrie Yunus: Komnas HAM Temukan 14 Orang Saling Terhubung di Sekitar YLBHI
-
Guru Ngaji di Tangerang Cabuli 4 Santriwati Saat Pengajian, Modus Bersihkan Jin
-
Panggil Menaker Yassierli, Prabowo Terima Laporan Capaian Program Magang Nasional
-
Omzet Rp3,5 M, Setoran Parkir Blok M Square ke Kas Jakarta Cuma Rp711 Juta, Ada Apa?
-
Resmi Dilantik Jadi KSP, Dudung Masih Rangkap Jabatan Penasihat Khusus Presiden