News / Nasional
Kamis, 10 April 2025 | 19:01 WIB
Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko saat pressrilis di Serang, Banten, Rabu (9/4/2025) [Suara.com/ANTARA]

Penangkapan dan Perlawanan

Tiga hari setelah pencurian, polisi berhasil melacak jejak para pelaku. Mereka dibekuk di sebuah rumah di Kampung Hamberang Sabrang, Desa Luhurjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak.

Penangkapan berlangsung pada Kamis (3/4) dini hari.

Ketiganya bukan orang baru di dunia kriminal. Mereka adalah mantan penghuni Rutan Tangerang dan Rutan Lebak.

Lokasi operasi mereka pun cukup luas, mulai dari Serang, Tangerang, Lebak, hingga Bogor dan Bekasi.

Yang bikin ngeri, saat hendak ditangkap, mereka melawan petugas. Karena dianggap membahayakan, polisi pun melakukan tindakan tegas dan terukur.

Masih Ada yang Berkeliaran

Polres Serang saat ini masih memburu dua pelaku lain yang diduga ikut terlibat dalam jaringan curanmor ini.

Mereka diduga punya peran strategis—baik sebagai eksekutor maupun penadah lainnya.

Baca Juga: Cukup dari Rumah! Begini Cara Bayar Pajak Motor Online Lewat HP

“Kasus ini masih dalam pengembangan. Kami tidak berhenti di tiga tersangka saja,” tegas Kapolres Condro.

Ibarat Tambal Ban, Dendam Tak Selesaikan Masalah

Cerita ini jadi pengingat bahwa dendam bisa bikin orang hilang akal.

Dari sekadar marah karena teman dipenjara, seseorang bisa terdorong untuk melakukan tindakan kriminal yang justru membuat hidupnya semakin rumit.

Alih-alih menyelesaikan masalah, mereka malah menambah daftar panjang pelanggaran hukum dan harus kembali berurusan dengan aparat yang sama.

Siklus yang sebenarnya bisa diputus, kalau saja ada kesadaran untuk berhenti dan memulai hidup baru.

Kejadian ini bukan cuma tentang pencurian motor, tapi juga soal bagaimana pentingnya pengawasan dan keamanan, bahkan di tempat yang kelihatannya aman seperti masjid.

Dan bagi masyarakat, ini juga jadi pengingat. Jangan pernah menyimpan dendam sampai buta arah, karena efeknya bisa lebih jauh dari yang dibayangkan.

Dan buat pihak kepolisian, ini jadi tantangan tersendiri untuk terus meningkatkan pengawasan, termasuk saat kegiatan ibadah.

Motor dinas bukan sekadar kendaraan, tapi juga simbol kehadiran negara—dan kalau simbol itu saja bisa jadi sasaran, jelas para pelaku tak punya rasa takut lagi terhadap hukum.

Load More