Suara.com - Kabar duka datang dari rombongan jemaah calon haji asal Indonesia. Pasalnya, seeorang jemaah bernama Daimah Binti Suwaryo dikabarkan meninggal duni sesaat tiba di Tanah Suci, Mekkah. Sebelum dilaporkan wafat, wanita yang ikut rombongan jemaah Solo itu sempat ambruk saat hendak menuju toilet.
Diketahui, Daimah berangkat haji ke Tanah Suci bersama sang suami.
Kabar duka soal meninggalnya jemaah calon haji asal Indoinesia diungkapkan oleh Kepala Daerah Kerja Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi, Abdul Basir.
Dia pun menceritakan detik-detik sebelum wanita calon jemaah haji tersebut wafat setibanya di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Diketahui, Daimah Binti Suwaryo tercatat merupakan calon jemaah haji dari kloter SOC 4 (embarkasi Solo).
Sebagaimana dilihat dari laporan Antara, Abdul Basir mengatakan jemaah yang meninggal dunia setibanya di Tanah Suci akan dibadalhajikan atau diwalikan oleh pemerintah.
"Jamaah Haji nanti akan dibadalhajikan oleh pemerintah, dan yang kedua nanti akan diberikan asuransi sesuai dengan ketentuan yang telah diatur di Kementerian Agama," beber Abdul Basir di Madinah seperti dikutip dari Antara, Minggu (4/5/2025).
Abdul Basir pun mengungkapkan cerita suami almarhum yang juga peserta calon haji, Karno Karta, Berdasarkan keterangan yang disampaikan sang suami, tidak ada tanda-tanda aneh dari Daimah selama di perjalanan ke Tanah Suci.
Namun sesaat menjelang pesawat landing, Daimah meminta ke toilet, dan tak lama kemudian mengeluhkan kepala pusing, lalu tidak sadarkan diri. Sampai akhirnya dinyatakan meninggal dunia saat pesawat tiba di Bandara.
"Dan ketika di pesawat, menurut suaminya Ibu Almarhum, Ibu Daimah ini baik-baik saja tidak ada keluhan apa-apa," ujar Basir.
Baca Juga: Hercules Minta Maaf ke Jenderal Sutiyoso, Tapi Tidak ke Gatot Nurmantyo: Saya Tak Takut Sama Anda!
Jenazah Daimah langsung disalatkan di Masjid Nabawi dan dimakamkan di Pemakaman Baqi, salah satu tempat pemakaman di Madinah.
Sementara sang suami ikut menyaksikan proses pemulasaran jenazah hingga memandikan jenazah istrinya. Namun, Karno disebutkan tidak dalam proses pemakaman dikarenakan masih syok dengan meninggalnya sang istri setiba di Tanah Suci.
"Kondisi suaminya lumayan stabil, mudah-mudahan tetap semangat untuk melanjutkan ibadah haji sampai selesai," beber Abdul Basir.
Adapun kriteria jemaah calon haji yang boleh untuk dibadalkan hajinya, di antaranya adalah jemaah calon haji yang meninggal di asrama embarkasi, saat dalam perjalanan keberangkatan ke Arab Saudi, atau di Arab Saudi sebelum wukuf di Arafah.
Selanjutnya, kata dia, calon jemaah haji yang sakit dan tidak dapat melakukan safari wukuf, serta calon jemaah haji yang mengalami gangguan jiwa.
Diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) mencatat jika jemaah haji yang meninggal dunia di Arab Saudi pada 2024 lalu mencapai 461 orang. Berdasar catatan Kemenag, jemaah yang wafaf itu didominasi haji reguler (441 orang) dan haji khusus (20 orang)
Berita Terkait
-
Prabowo Resmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah Siang Ini, Sekaligus Lepas-Sapa Jemaah di Soetta
-
Bela Sutiyoso Dihina Bau Tanah, Gatot Nurmantyo Skakmat Hercules: Kamu Itu Preman Berkedok Ormas!
-
Tuding Purnawirawan TNI Mau Kudeta, Eks Panglima Gatot ke Hercules: Kau Apa Jasanya untuk Negara?
-
Sutiyoso Dihina Bau Tanah, Gatot Nurmantyo Ngamuk ke Hercules: Ngomong Seenak Mulut Kau Saja!
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar