Suara.com - Pemerhati anak Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto akan mengunjungi barak militer di Purwakarta yang disediakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai tempat pelatihan bela negara terhadap siswa dengan penyimpangan perilaku.
Kak Seto menyebutkan kalau dia ingin memastikan secara langsung kalau proses pelatihan itu harus mengutamakan hak anak.
"Besok pagi saya berangkat ke Purwakarta untuk bisa melihat keadaannya dan langsung ngobrol bersama dengan anak-anak. Artinya mau melihat bagaimana kesannya, bagaimana tanggapannya, dan sebagainya," ungkap Kak Seto kepada Suara.com, dihubungi Jumat (9/5/2025).
"Saya segera koordinasi dengan Kang Dedi karena saya juga sudah telepon-teleponan, saya bilang bahwa upaya apapun juga kami apresiasi, tetapi mohon ramah anak. Jadi jangan sampai ada pelanggaran anak-anak selama di dalam barak militer," imbuhnya.
Dalam kunjungan itu nantinya, Dedi Mulyadi sendiri akan turut mendapingi Kak Seto bertemu dengan anak-anak di barak militer. Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu menekankan bahwa pendapat yang paling penting didengar dari kebijakan tersebut harus lah suara dari anak-anak sendiri.
"Saya komunikasi dengan Kang Deddy, sama-sama menemani anak-anak, melihat bagaimana perkembangan, dan kita mendengar suara anak. Itu yang paling penting, bukan suara orang tuanya. Suara anak yang didengar," ucap Kak Seto.
Kendati tujuan dari pelatihan bela negara itu untuk menanamkan sikap disiplin pada anak dan diharapkan bisa memperbaiki perilaku menyimpangnya, Kak Seto menekankan bahwa kegiatan yang diberikan harus tetap menggembirakan.
"Yang gembira harus anaknya. Jangan sampai anak merasa tersudutkan atau mendapatkan suatu cap dari teman-temannya, 'wah ini kamu dikira misalnya gara-gara nakal', dan sebagainya. Nah itu yang harus dijaga," pungkasnya.
Baca Juga: Tuding Ijazah Jokowi Palsu, Riza Fadillah Absen Diperiksa Polisi karena Kecelakaan
Data Pemerintah Provinsi Jabar per Rabu (7/5) pukul 21.00 WIB, tercatat sudah ada 272 siswa yang jalani pelatihan tersebut. Para siswa itu berasal dari 106 SMA maupun SMK dari berbagai daerah.
Pelatihan tersebut sebenarnya dikhususkan bagi siswa menengah ke atas. Namun, khusus daerah Purwakarta, Cianjur, dan Sumedang, ada beberapa siswa SMP yang juga turut diberi pelatihan militer tersebut. Diketahui, pelaksanaan bela negara itu baru dijalankan di dua tempat, Purwakarta dan Rindam III Siliwangi, Bandung.
Dikawal KPAI
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat memastikan kalau kegiatan pendidikan siswa bermasalah di barak militer telah didampingi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI.
Kepala DP3AKB Jawa Barat Siska Gerfianti mengatakan, dengan pendampingan dari KPAI dipastikan kalau pendidikan di barak militer itu tetap memerhatikan hak-hak anak. Diketahui, pelaksanaan bela negara itu baru dijalankan di dua tempat, Purwakarta dan Rindam III Siliwangi, Bandung.
"Kegiatan untuk bela negara ini, baik di Purwakarta maupun yang di Rindam sudah juga didampingi oleh KPAI. Jadi KPAI juga sudah hadir di dua tempat ini, dan bahkan juga kita sudah sampaikan hasil assessment dari setiap anak," kata Siska dalam media talk yang digelar bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Kamis (8/5/2025).
Berita Terkait
-
Ingatkan Revisi UU Pemilu Bukan Ajang Beli Kekuasaan, Megawati: Uang itu Datang dari Mana Ya?
-
Megawati Sedih Indonesia Gonta-ganti Kebijakan Tiap Ganti Pemimpin: Gawat Republik Ini, Maunya Apa?
-
Respons soal Desakan Pemakzulan Gibran, Mahfud MD: Gak Mungkin!
-
Isu Pemakzulan Wapres, Luhut Bela Gibran: Jika Tak Taat Konstitusi, Jangan Tinggal di Indonesia!
-
Digembleng Tentara, Dedi Mulyadi Sebut Para Siswa Sehat dan Bahagia: Mereka Bukan Anak Nakal Lagi
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'
-
Polisi Kembali Tetapkan 291 Tersangka Judol Hayam Wuruk, 287 Warga Asing
-
Guntur Romli: Safari Jokowi Tak Berdampak ke PDIP, Justru NasDem yang Harus Waspada!
-
Guntur Romli: Dulu Petugas Partai, Kini Jokowi Jadi 'Jongos PSI' Demi Dinasti 2029!
-
Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda
-
Menkum: Pakai Karya Jurnalistik untuk Tujuan Komersil Wajib Bayar Royalti ke Pemegang Hak Cipta!
-
Prabowo Keceplosan 'Ndasmu' Lagi, Niatnya Guyon Tapi Kena Sindir Pakar Komunikasi
-
Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?
-
Venezuela Mirip Zona Perang, Kisah Orianna Cari Ayahnya di Reruntuhan Gedung
-
Daftar 11 Rusun yang akan Dibangun Jakarta pada 2027, Ada di Mana Saja?